Jakarta – PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) bersiap menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp780 miliar dengan kupon menarik 9% per tahun. Langkah strategis ini dilakukan BUMI untuk membiayai sejumlah akuisisi dan ekspansi bisnis, di tengah dinamika pasar saham di mana salah satu investor institusi besar, UBS Switzerland AG, baru saja melepas ratusan juta lembar sahamnya saat harga saham BUMI tengah melambung.
Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap III Tahun 2025 ini menawarkan tenor 5 tahun sejak tanggal emisi. Penawaran umum ini merupakan bagian dari target dana Rp5 triliun yang dihimpun BUMI melalui program Obligasi Berkelanjutan I.
Dana segar dari obligasi akan dialokasikan untuk beberapa keperluan penting. Sekitar Rp340,8 miliar (setara AUD31,47 juta) akan digunakan untuk pemenuhan sebagian pembayaran akuisisi Jubilee Metals Limited.
Sebanyak Rp333,6 miliar lainnya akan menjadi uang muka untuk rencana akuisisi PT Laman Mining. Selain itu, Rp97,5 miliar (setara AUD8,75 juta) akan disalurkan BUMI sebagai pinjaman kepada anak usaha, Wolfram Limited (WFL), untuk mendukung belanja modal dan modal kerja WFL hingga tahapan produksi pada tahun 2026.
Aksi korporasi ini terjadi bersamaan dengan aktivitas divestasi saham oleh UBS Switzerland AG. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Jumat (14/11/2025), UBS AG tercatat menjual 225 juta lembar saham BUMI pada 13 November 2025.
Pasca-transaksi tersebut, kepemilikan saham BUMI oleh UBS AG turun menjadi 23,99 miliar lembar atau setara 6,46%. Menariknya, divestasi ini berlangsung di tengah tren kenaikan harga saham BUMI yang signifikan.
Pada penutupan perdagangan Jumat (14/11/2025), harga saham BUMI mencapai Rp220, melonjak 54,93% dalam sepekan terakhir. Pembayaran bunga obligasi ini akan dilakukan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi, dengan bunga pertama dibayarkan pada 10 Maret 2026 dan jatuh tempo pada 10 Desember 2030.
Sejumlah penjamin pelaksana emisi obligasi terkemuka terlibat dalam penerbitan ini, termasuk Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, BCA Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Sucor Sekuritas, dan Korea Investment And Sekuritas Indonesia. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) bertindak sebagai wali amanat.
Masa penawaran umum obligasi dijadwalkan pada 2-5 Desember 2025. Penjatahan akan dilakukan pada 8 Desember 2025, dengan pengembalian uang pemesanan dan distribusi elektronik pada 10 Desember 2025. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 11 Desember 2025.
Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang BUMI dengan rating idA+ atau Single A Plus. Emiten ini juga diketahui telah kedatangan Grup Salim sebagai investor barunya.




















