Padang – Hujan deras disertai angin kencang memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan puluhan kepala keluarga terdampak, namun tidak ada korban jiwa.
Banjir melanda beberapa titik di Padang Pariaman, khususnya di Kecamatan Ulakan Tapiah. Air menggenangi perumahan warga di sejumlah nagari.
“Cuaca ekstrem menyebabkan beberapa wilayah terdampak Kecamatan Ulakan Tapakih,” ujar Juru Bicara BPBD Sumbar Ilham Wahab, Minggu (23/12/2025).
Rumah-rumah terendam di Nagari Kasang, Sintuak, Kampung Galapuang, Manggopoh Palak Gadang, dan Nagari Sicincin.
Selain banjir, longsor juga terjadi di Kecamatan Anam Lingkuang, Nagari Parit Malintang, dan Nagari Kapalo Hilalang. Dua ruas jalan rusak dan satu aliran irigasi terdampak.
Banjir juga dilaporkan di Kota Solok, Kecamatan Lubuk Sirakah, Kelurahan Kampai Tabu Karambia, dan Kelurahan Koto Panjang. Sebagian rumah runtuh di daerah Lukah, Kelurahan Kampai Tabu Karambia, dan di Koto Panjang, berdampak pada sekitar 6 KK atau 18 jiwa.
Kabupaten Agam juga tak luput dari terjangan banjir. Nagari Cingkariang Banuhampu dan Nagari Pasia Laweh Palupuah terdampak, mengakibatkan 30 rumah terdampak dengan 35 KK dan 80 jiwa.
Banjir bandang menerpa Nagari Paninjauan Tanjung Raya. Material galodo menimbun 5 hektar sawah dan ladang warga, serta 3 unit kolam renang rekreasi.
Di Kabupaten Tanah Datar, Kecamatan Batipuh Selatan, Nagari Padang Laweh, satu rumah di tepi aliran sungai mengalami rusak sedang.
“Petugas di lapangan telah melakukan evakuasi kepada warga terdampak,” kata Ilham.
Petugas juga melakukan pembersihan di lokasi bencana.
BPBD Sumbar mengimbau masyarakat untuk waspada saat beraktivitas di luar ruangan. Pemerintah Provinsi Sumbar telah menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor seiring memasuki musim penghujan.




















