Padang – Korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan galodo di Sumatera Barat terus bertambah. Data terbaru mencatat 148 orang tewas akibat bencana tersebut.
Informasi ini dirilis resmi oleh Bidang Humas Polda Sumbar pada 30 November 2025.
Dari total korban meninggal, 123 orang telah berhasil diidentifikasi. Sementara itu, 25 jenazah masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Selain itu, 105 orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 8 korban lainnya masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
Tim DVI terus bekerja keras di Posko Postmortem RS Bhayangkara Padang. Mereka menggunakan metode standar internasional seperti pencocokan sidik jari, dental record, dan DNA untuk mengidentifikasi korban.
Polda Sumbar menyatakan proses identifikasi sangat krusial karena banyak korban ditemukan dalam kondisi sulit dikenali.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat sejak pertengahan November ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam satu dekade terakhir.
Upaya pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan di sejumlah titik terdampak, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi.
Polda Sumbar mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke posko DVI. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses identifikasi.
“Setiap informasi dari keluarga akan mempercepat pencocokan data ante mortem,” demikian keterangan dari Humas Polda Sumbar.




















