IHSG Menguat ke Level 7.702 Didorong Sentimen Positif Bursa Global

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (16/4/2026) dengan kinerja positif. Indeks utama Bursa Efek Indonesia ini terpantau menguat 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870 pada pukul 09.07 WIB.

Dinamika pasar saham domestik ini seirama dengan sentimen positif yang menyelimuti bursa global. Sebanyak 393 saham mencatatkan kenaikan, sementara 135 saham melemah dan 176 saham lainnya bergerak stagnan. Hingga periode tersebut, volume perdagangan menyentuh angka 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,6 triliun.

Seluruh 11 sektor yang terdaftar di bursa kompak memberikan dukungan bagi penguatan IHSG. Sektor kesehatan (IDX-Health) mencatat performa terbaik dengan kenaikan 2,51%, disusul sektor barang baku (IDX-Basic) sebesar 1,87%, dan sektor teknologi (IDX-Techno) sebesar 1,70%.

Dalam jajaran saham LQ45, PT Barito Putra Tbk (BRPT) memimpin penguatan dengan kenaikan 2,94% ke level Rp 2.450. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyusul dengan apresiasi 2,79% ke Rp 4.050, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MDKA) yang naik 2,70% ke posisi Rp 760.

Di sisi lain, saham yang mengalami tekanan jual atau top losers meliputi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang terkoreksi 1,48% ke Rp 2.670, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 0,82% ke Rp 27.200, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 0,78% ke Rp 6.400.

Tren penguatan IHSG ini selaras dengan kondisi pasar regional. Indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang yang dilacak MSCI mencatatkan kenaikan 0,3%, sekaligus memperpanjang reli positif selama tiga hari berturut-turut. Kondisi serupa terjadi pada indeks Nikkei 225 Jepang yang melesat 1,5%.

Optimisme pelaku pasar global turut dipicu oleh kinerja bursa Wall Street yang mencatatkan reli pada sesi sebelumnya. Indeks S&P 500 naik 0,8% dan Nasdaq Composite melonjak 1,6% berkat performa solid dari emiten perbankan besar, seperti Bank of America dan Morgan Stanley. Hingga saat ini, sebanyak 84% perusahaan yang telah merilis laporan keuangan melampaui ekspektasi analis.

Analis Goldman Sachs optimistis terhadap pasar saham negara berkembang, terutama didorong oleh permintaan tinggi terhadap kecerdasan buatan (AI). Fokus investor kini beralih pada rilis data ekonomi penting, seperti data ketenagakerjaan Australia, PDB China, serta laporan keuangan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company yang diprediksi mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 50%.

Rekomendasi