JAKARTA – Pasar modal Indonesia menunjukkan sinyal konsolidasi meskipun fundamental jangka panjang tetap kuat. Perlambatan penurunan suku bunga kredit perbankan, yang tidak sejalan dengan pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), menjadi sorotan utama di tengah proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperkirakan masih bergerak dalam rentang terbatas.
Pada perdagangan Rabu (17/12/2025), IHSG ditutup melemah 0,11% ke level 8.677 setelah sempat menguat pada hari sebelumnya. Meskipun demikian, Tim Riset Phintraco Sekuritas mencatat bahwa secara teknikal, posisi IHSG masih berada dalam tren naik (uptrend) jangka menengah panjang.
Dalam jangka pendek, IHSG cenderung bergerak konsolidasi, meski tetap bertahan di atas level MA5, MA20, MA50, dan MA200, menandakan area bullish namun dengan momentum yang melambat.
Kebijakan moneter Bank Indonesia menjadi faktor penentu sentimen pasar. Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Desember 2025 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%. Sementara itu, pertumbuhan kredit pada November 2025 tercatat meningkat 7,74% year on year (YoY), lebih tinggi dari 7,36% pada Oktober 2025, menjadi pertumbuhan tercepat sejak Juni lalu berkat stimulus pemerintah.
Namun, jumlah kredit yang belum tersalurkan (undisbursed loan) masih relatif tinggi, mencapai Rp2.509,4 triliun pada November 2025, atau setara dengan 23,18% dari total kredit yang disetujui. Riset sekuritas menyoroti bahwa meskipun BI Rate telah turun sebesar 125 basis poin (bps) sepanjang tahun 2025, penurunan suku bunga kredit perbankan jauh lebih lambat, hanya 24 bps dari 9,2% menjadi 8,96% pada November 2025.
Untuk perdagangan Kamis (18/12), Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG masih akan berkonsolidasi di kisaran 8.600-8.750. Peluang rebound jangka pendek terbuka seiring terbentuknya Golden Cross pada Stochastic RSI di dekat area oversold, dengan catatan IHSG tetap di bawah level 8.750.
Menilik kinerja sebulan terakhir, IHSG telah mencatat pertumbuhan 3,09%, bahkan beberapa kali memecahkan rekor all time high (ATH) penutupan baru. Rekor ATH penutupan terbaru saat ini berada di level 8.710,69, yang dicapai pada penutupan pasar Senin (8/12).




















