BNI Nilai Kenaikan BI Rate Perkuat Stabilitas Ekonomi dan Rupiah
Mei. 23, 2026
BNI mendukung kenaikan BI Rate 50 bps ke 5,25% untuk stabilitas ekonomi, memperkuat rupiah, dan menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan global.
Mei. 23, 2026
BNI mendukung kenaikan BI Rate 50 bps ke 5,25% untuk stabilitas ekonomi, memperkuat rupiah, dan menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan global.
Mei. 20, 2026
BI menaikkan suku bunga acuan 50 bps menjadi 5,25%, menahan prospek perbankan. Meski ekonomi domestik kuat, tekanan global dan perlambatan kredit membatasi pertumbuhan.
Mei. 20, 2026
Mirae Asset memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga 4,75% meski rupiah melemah ke Rp17.700 akibat ketidakpastian global dan lonjakan harga minyak.
Des. 18, 2025
Saham perbankan melemah meski suku bunga turun, namun ada peluang reversal di 2026. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI turun, sementara BBNI naik tipis.
Des. 18, 2025
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, IHSG terkoreksi 0,11% ke 8.677. Meski bullish, momentum IHSG melambat dengan proyeksi konsolidasi jangka pendek.
Nov. 20, 2025
BI mempertahankan suku bunga 4,75% untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Apindo pun memberikan tanggapan.
Okt. 20, 2025
BI diperkirakan menahan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur.
Sep. 20, 2025
Bank Jago (ARTO) fokus pada profitabilitas meski BI Rate turun jadi 4,75%. Mereka menilai NIM bukan satu-satunya indikator kinerja, dan tetap menjaga pertumbuhan serta profitabilitas.
Sep. 17, 2025
IHSG dibuka menguat 0,10% ke 7.965,64 dengan saham PTRO, BBRI, dan TOBA bergerak bullish. Investor menanti keputusan BI Rate dan data inflasi Inggris.
Sep. 4, 2025
Sejumlah saham perbankan seperti BBCA hingga BMRI berpeluang mendapat angin segar dari penurunan suku bunga The Fed kendati pasar dibayangi September Effect.