Bank Jakarta Bidik IPO 2026, Bursa Saham Menanti

persen

JAKARTA – Rencana Bank Jakarta untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2026 masih belum menemui titik terang. BEI menegaskan bahwa hingga saat ini, nama Bank Jakarta belum masuk dalam daftar perusahaan yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa saat ini antrean IPO masih didominasi oleh tujuh perusahaan. “Saat ini di pipeline kami masih sekitar tujuh perusahaan. Kami belum ada nama bank tersebut,” jelas Nyoman, Selasa (30/12/2025).

Meski demikian, BEI tetap membuka peluang bagi seluruh sektor industri, termasuk perbankan, untuk melantai di pasar modal. Syaratnya, perusahaan harus memenuhi ketentuan dan memiliki kesiapan yang dipersyaratkan.

Sebelumnya, Bank Jakarta telah mengumumkan rencana IPO pada peluncuran nama dan logo baru perusahaan, 22 Juni 2025. Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyatakan bahwa pelaksanaan IPO akan sangat bergantung pada kondisi pasar saat itu.

Bank Jakarta menargetkan perolehan dana sekitar Rp3 triliun dari IPO ini. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung rencana perseroan naik kelas dari Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 menjadi KBMI 3.

BEI sendiri mencatat adanya dua calon emiten lighthouse (emiten berkapitalisasi besar) pada tahun 2025 yang berasal dari sektor infrastruktur dan pertambangan. Kehadiran emiten jenis ini diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi pasar modal Indonesia.

Rekomendasi