Padang – Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, melaporkan kondisi terkini pascabanjir di wilayahnya. Laporan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi Provinsi Sumatra Barat, Selasa (13/1/2026).
Dalam rapat yang digelar di Auditorium Gubernuran, Annisa menjelaskan bahwa Dharmasraya tidak terdampak banjir bandang yang melanda beberapa daerah di Sumbar pada akhir November 2025.
Namun, pada 21 Desember 2025, hujan lebat menyebabkan meluapnya anak sungai Batanghari. Akibatnya, sejumlah kerusakan terjadi di Dharmasraya.
“Dampak tersebut berupa 22 rumah rusak ringan di dua nagari, serta dua unit jembatan mengalami kerusakan,” ujar Annisa.
Ia merinci, satu jembatan amblas di Nagari Abai Siat, dan satu jembatan di jalan lintas provinsi Nagari Ampang Kuranji retak dan berlubang.
Annisa menambahkan, data kerusakan ini belum masuk dalam sistem resmi karena kejadian berlangsung sehari sebelum batas akhir input data. Ia berharap agar data ini tetap dicatat dalam proses rekonstruksi pascabencana.
Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian. Hadir pula Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Wagub Vasko Ruseimy, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, bersama seluruh bupati dan wali kota se-Sumbar.
Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya validitas data by name by address. Hal ini bertujuan agar bantuan pemerintah pusat dapat tepat sasaran.
Ia juga memastikan koordinasi antarkementerian akan diperkuat. Tujuannya, untuk memangkas birokrasi dalam penyaluran dana rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatra Barat.




















