Jakarta – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 dengan nilai total mencapai US$ 30,5 juta. Kebijakan pembagian dividen tersebut telah mendapatkan restu dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Rabu (24/6).
Nilai dividen tunai yang ditetapkan tersebut setara dengan 23 persen dari total perolehan laba bersih perusahaan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang tahun 2025, yakni sebesar US$ 132,2 juta. Selain mengalokasikan dana untuk dividen, perusahaan juga menyisihkan 1 persen dari laba bersih atau sebesar US$ 1,32 juta sebagai dana cadangan wajib sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Direktur BREN, Sandy Widyanto, dalam keterangan resminya pada Kamis (25/6), menjelaskan bahwa sisa laba bersih sebesar US$ 100,4 juta atau sekitar 76 persen akan dicatat sebagai laba ditahan. Dana tersebut diproyeksikan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan guna mendukung berbagai kegiatan operasional serta rencana pengembangan bisnis strategis di masa mendatang.
Selain penetapan dividen, RUPST juga menghasilkan keputusan mengenai susunan pengurus perusahaan. Pemegang saham sepakat untuk mengangkat kembali seluruh jajaran direksi untuk masa jabatan tiga tahun ke depan. Hendra Soetjipto Tan tetap dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama, didampingi oleh Agus Sandy Widyanto, Kenneth Lee Riedel, dan Hsing Chee Chiam sebagai Direktur.
Langkah serupa juga diambil untuk jajaran komisaris. Agus Salim Pangestu kembali diangkat sebagai Komisaris Utama. Jajaran komisaris lainnya yang juga diangkat kembali meliputi Tan Suan Swee, David Kosasih, dan Merly. Sementara itu, posisi Komisaris Independen tetap diisi oleh Tan Ek Kia dan Cholanat Yanaranop. Seluruh jajaran pengurus ini akan bertugas hingga penutupan RUPST tahun ketiga berikutnya.
Dalam kesempatan yang sama, manajemen BREN turut memaparkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp 49,32 miliar, perusahaan mengantongi dana bersih hasil IPO sebesar Rp 3,08 triliun. Manajemen memastikan bahwa seluruh dana tersebut telah terserap sepenuhnya untuk berbagai kebutuhan korporasi.
Rincian penggunaan dana mencakup penyetoran modal kepada Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. sebesar Rp 2,58 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk pembayaran kewajiban kepada Star Energy Oil and Gas Pte. Ltd. serta pelunasan fasilitas B kepada Bangkok Bank. Sisanya, sebesar Rp 497,39 miliar, telah disalurkan sebagai penyertaan modal kepada PT Barito Wind Energy yang digunakan untuk pembayaran fasilitas Tranche B dari BNI serta kebutuhan umum korporasi anak usaha tersebut. Transparansi penggunaan dana ini menjadi komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pengelolaan modal hasil penawaran umum saham.























