PCMM Rangkul Diaspora Minang, Jaga Identitas di Malaysia

persen

pcmm-satukan-orang-minang-di-malaysia-lewat-semangat-akademis
PCMM Satukan Orang Minang di Malaysia Lewat Semangat Akademis

Seremban, Malaysia – Persatuan Cendiakawan Minang Malaysia (PCMM) menjadi wadah bagi diaspora Minangkabau di Malaysia untuk berkumpul, berdiskusi, dan melestarikan identitas intelektual serta budaya. Organisasi ini telah berdiri selama 11 tahun sejak 2015.

PCMM bertujuan menyatukan perantau Minang di Malaysia, termasuk mereka yang baru tiba.

“Sebelumnya, organisasi Minang lebih bersifat kedaerahan. Belum ada yang menyatukan secara lebih luas,” ujar Ismail Haji Ahmad, tokoh Minang berusia 70 tahun yang memimpin PCMM, saat ditemui di Bandar Ainsdale, Seremban, Kamis (6/3/2026).

PCMM hadir sebagai wadah resmi yang memungkinkan orang Minang di Malaysia bersilaturahmi dan bertukar pikiran tanpa hambatan administratif.

Syaftin Ruli, Wakil Ketua PCMM, menekankan pentingnya organisasi ini bagi perantau Minang.

“Dengan adanya organisasi cendekiawan ini, orang Minang yang datang ke sini bisa bersatu dan berkumpul,” katanya.

PCMM juga menjadi ruang bertukar gagasan antara masyarakat Minang di Malaysia dan Indonesia, membahas adat, budaya, dan persoalan sosial.

Ismail, yang telah tinggal di Malaysia sejak 1997, merasakan kedekatan budaya antara masyarakat Minangkabau di kedua negara.

PCMM kini menjadi organisasi Minangkabau pertama di Malaysia yang berskala nasional, dengan anggota sekitar 70 orang dari Malaysia dan Indonesia. Di Malaysia, jumlah masyarakat keturunan Minang diperkirakan mencapai satu juta orang.

PCMM memiliki Biro Akademik dan Intelektual yang aktif menggelar kegiatan akademik dan menjembatani kerja sama antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia.

“Kita bukan partai politik. PCMM adalah think tank, tempat para pemikir Minang berkumpul dan berdiskusi,” tegas Ismail.

PCMM tengah merencanakan pertemuan diaspora Minang dunia bertajuk “Minang International Gathering” pada Juni mendatang di Kuala Lumpur.

Acara ini akan meliputi kegiatan akademik, seminar, program keagamaan, serta “Baralek Gadang”, sebuah perayaan budaya yang menampilkan pameran, simposium, kuliner, dan booth wirausaha.

PCMM juga berencana menggelar “Minangkabau Gala Dinner” yang akan menghadirkan tokoh-tokoh Minang dari berbagai negara, termasuk Perdana Menteri Malaysia.

Bagi perantau Minangkabau di Malaysia, PCMM adalah ruang pertemuan gagasan, tempat identitas budaya dirawat, dan simpul yang menyatukan diaspora Minang dengan semangat intelektual.

Rekomendasi