Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan menjaga persatuan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Imbauan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan global yang berpotensi berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Dewi menyoroti ketegangan konflik internasional di Timur Tengah yang mulai menekan stabilitas ekonomi global.
Terutama, kata dia, melalui gangguan jalur distribusi energi dunia.
Kondisi ini berisiko mendorong kenaikan harga minyak internasional.
Dampaknya bisa langsung dirasakan pada kenaikan harga bahan bakar, biaya distribusi, serta kebutuhan pokok masyarakat.
Dewi menilai situasi ini perlu diantisipasi sejak dini agar tidak membebani masyarakat secara berlebihan.
“Langkah preventif menjadi penting agar dampak global tidak langsung dirasakan secara berat oleh rakyat,” tegasnya.
Pemerintah, kata Dewi, telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif.
Mulai dari mendorong penghematan energi hingga opsi kebijakan pengurangan mobilitas dan penerapan work from home (WFH).
Langkah-langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tidak terdampak lebih dalam oleh gejolak global.
Dewi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
“Situasi global kerap diiringi spekulasi yang memicu kepanikan,” ujarnya.
Momentum Idulfitri dinilai menjadi penguat bagi masyarakat untuk tetap solid dan menjaga kebersamaan di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Tradisi saling memaafkan, berbagi, serta menjaga silaturahmi disebut relevan dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat Indonesia.
“Di tengah dunia yang penuh konflik, Indonesia justru memiliki kekuatan pada persatuan dan kebersamaan masyarakatnya,” pungkasnya.





















