Semarang – Sebanyak 21 ribu kendaraan kedapatan kekurangan saldo e-toll saat melintas di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, pada periode arus mudik lalu. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang karena pengemudi harus mengisi ulang saldo terlebih dahulu.
PT Jasa Marga (Persero) mencatat, kejadian ini berlangsung dari H-10 hingga H+1 libur Idulfitri 1447H/2026, atau 11-22 Maret 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut mencapai 4,9 persen dari total 442 ribu kendaraan yang bertransaksi di GT Kalikangkung selama periode yang sama.
“Saldo e-toll yang kurang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol. Hal ini mengakibatkan penundaan signifikan dan memicu antrean,” ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3).
Jasa Marga mengantisipasi potensi kemacetan serupa pada arus balik, terutama di GT Cikampek Utama. Rivan mengimbau pengguna jalan untuk memastikan saldo e-toll mencukupi sebelum memasuki jalan tol.
“Siapkan saldo e-toll yang cukup bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus, khususnya dari arah Trans Jawa menuju Jakarta,” tegas Rivan.
Untuk perjalanan dari Semarang ke Jakarta, pengguna jalan golongan I disarankan menyiapkan saldo e-toll minimal Rp500.000. Sementara itu, bagi pengguna jalan dari Surabaya menuju Jakarta, saldo minimal yang disarankan adalah Rp1.000.000.
Rivan juga mengingatkan pengguna jalan, khususnya di Jalan Tol Trans Jawa dengan sistem transaksi tertutup, bahwa kartu e-toll yang digunakan saat tap in harus sama dengan yang digunakan saat tap out.
“Pengguna jalan tidak dapat menggunakan kartu milik orang lain apabila saldo tidak mencukupi,” pungkas Rivan.





















