Bulog Manfaatkan Subsidi Bunga untuk Serap Hasil Panen Petani

persen

purbaya-beri-subsidi-bunga,-bulog-siapkan-rp68,6-t-serap-gabah-jagung
Purbaya Beri Subsidi Bunga, Bulog Siapkan Rp68,6 T Serap Gabah-Jagung

Jakarta – Perum Bulog mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah berupa subsidi bunga pinjaman sebesar 2 persen. Kebijakan ini bertujuan memperkuat kapasitas Bulog dalam menyerap hasil panen petani dengan total anggaran mencapai Rp68,6 triliun.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa persetujuan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Menteri Keuangan sudah memberikan lampu hijau bahwa Bulog diberikan subsidi bunga sebanyak 2 persen,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/4).

Rizal menjelaskan, skema subsidi ini meringankan beban keuangan perusahaan. Dari total bunga pinjaman sebesar 4 persen yang dikenakan oleh Bank Himbara, pemerintah menanggung 2 persen, sementara sisanya sebesar 2 persen ditanggung oleh Bulog.

Kebijakan ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dengan beban bunga yang lebih rendah, Bulog memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk melakukan penyerapan gabah, kedelai, dan jagung petani.

Di sisi lain, Bulog mencatatkan progres signifikan dalam penyerapan beras nasional. Hingga 13 April 2026, realisasi penyerapan telah mencapai 48,7 persen atau setara 1,9 juta ton dari target tahunan sebesar 4 juta ton.

Capaian tersebut telah dilaporkan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai bagian dari upaya menjaga cadangan pangan nasional.

Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga pertengahan April 2026, cadangan beras tercatat sebesar 4,72 juta ton dan diproyeksikan akan segera menembus angka 5 juta ton dalam waktu dekat.Jakarta – Perum Bulog mendapatkan lampu hijau dari pemerintah terkait pemberian subsidi bunga pinjaman sebesar 2 persen. Kebijakan ini bertujuan memperkuat pendanaan perusahaan dalam menyerap hasil panen petani dengan total anggaran mencapai Rp68,6 triliun.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa persetujuan tersebut didapat setelah pihaknya berkoordinasi dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

“Kami sudah menghadap Menteri Keuangan dan beliau memberikan lampu hijau bahwa Bulog diberikan subsidi bunga sebesar 2 persen,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/4).

Rizal menjelaskan, skema subsidi ini akan meringankan beban keuangan Bulog. Dari total bunga pinjaman sebesar 4 persen yang dikenakan oleh Bank Himbara, pemerintah akan menanggung separuhnya, sementara 2 persen sisanya dibayar oleh Bulog.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Dengan beban bunga yang lebih rendah, Bulog memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk melakukan penyerapan gabah, kedelai, hingga jagung dari petani.

“Untuk total serapan anggaran bagi gabah, kedelai, dan jagung mencapai Rp68,6 triliun,” pungkasnya.

Rekomendasi