Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk resmi melangkah menjadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) setelah mendapatkan restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada [Senin, 18 November 2024].
Keputusan strategis ini diambil sebagai upaya perseroan untuk melakukan pengambilalihan saham pada PT Maybank Asset Management, PT Maybank Sekuritas Indonesia, dan PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia.
Langkah korporasi ini bertujuan untuk membentuk ekosistem keuangan yang terintegrasi di bawah naungan Maybank Group yang beroperasi di Indonesia.
Proses pengambilalihan saham tersebut telah melalui tahapan persetujuan dari regulator sektoral yang menaungi masing-masing entitas dalam Konglomerasi Keuangan Maybank.
Transformasi ini dilakukan guna mematuhi ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.
Sebagai PIKK, Maybank Indonesia kini memegang kendali untuk mengintegrasikan layanan perbankan, manajemen aset, sekuritas, serta asuransi dalam satu tata kelola operasional yang terpadu.
Struktur baru Konglomerasi Keuangan Maybank kini mencakup PT Bank Maybank Indonesia Tbk sebagai induk, serta PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Maybank Asset Management, dan PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia sebagai anggota.
Selain itu, PT Maybank Indonesia Finance dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) juga resmi tergabung ke dalam struktur konglomerasi tersebut sebagai anggota.
Guna mendukung efektivitas struktur baru ini, para pemegang saham juga telah memberikan persetujuan terkait perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, menyatakan bahwa penetapan ini merupakan tonggak sejarah penting bagi perseroan.
Langkah ini dinilai sejalan dengan strategi besar ROAR30 milik Maybank Group untuk memperkokoh posisi sebagai grup jasa keuangan terkemuka di kawasan ASEAN.
Dengan mengintegrasikan ekosistem bisnis perbankan, wealth management, sekuritas, dan asuransi, perseroan akan memiliki kapabilitas lebih dalam menyajikan solusi keuangan yang seamless.
Solusi tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah, baik segmen individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang pesat di pasar Indonesia.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menambahkan bahwa perubahan struktur ini melampaui sekadar reorganisasi korporasi biasa.
Struktur baru ini diharapkan mampu mempererat sinergi antar entitas untuk memacu inovasi dan pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan.
Perseroan berkomitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan selaras dengan misi Humanising Financial Services.
Steffano juga menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan atas segala arahan serta dukungan yang diberikan sepanjang proses pembentukan konglomerasi ini.
Di samping agenda restrukturisasi, RUPSLB tersebut juga mengagendakan perubahan susunan direksi perseroan.
Para pemegang saham secara resmi menyetujui pengunduran diri Effendi dari jabatannya sebagai Direktur Manajemen Risiko Maybank Indonesia.
Manajemen Maybank Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta kontribusi berharga yang telah diberikan oleh Effendi selama masa pengabdiannya.
Perubahan struktur ini menandai babak baru bagi operasional Maybank di Indonesia dalam menghadapi tantangan industri jasa keuangan yang semakin kompleks.
























