Jakarta – Minat masyarakat Indonesia untuk menjadikan emas sebagai instrumen investasi tetap tinggi di tengah fluktuasi harga global sepanjang kuartal pertama tahun 2026. Tren investasi ini terlihat dari konsistensi permintaan emas fisik maupun digital yang terus meningkat.
Data Trading Economics mencatat harga emas dunia sempat menyentuh level tertinggi di kisaran US$ 5.400 per troy ons pada 28 Januari 2026, setelah dibuka pada level US$ 4.300 per troy ons di awal tahun. Meski sempat terkoreksi ke angka US$ 4.400 pada akhir Maret, harga emas kembali menguat ke posisi US$ 4.800 per troy ons pada pertengahan April 2026.
Public Relation Manager PT Central Mega Kencana (CMK), Chikita Rosemarie, menyatakan bahwa ketidakpastian geopolitik global mendorong masyarakat untuk mengamankan aset mereka ke dalam bentuk emas dan perhiasan berlian.
“Masyarakat ingin mengonversikan aset mereka ke emas, baik fisik maupun digital. Tren ini sangat konsisten dan tetap tinggi,” ungkap Chikita.
Menurutnya, penjualan emas di jaringan ritel perusahaannya, seperti The Palace, menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang kuartal I-2026 dan sesuai dengan target yang ditetapkan. Sebagai upaya menjaga keterikatan pelanggan, perusahaan juga meluncurkan program apresiasi berupa Semarak Pengundian Nasional The Palace 2026.
Sejalan dengan emas fisik, instrumen emas digital juga mengalami lonjakan popularitas. Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) mencatat volume transaksi emas digital mencapai 30.921.382 gram pada kuartal I-2026. Angka ini melonjak tajam hingga 246 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 8.941.108 gram.
Direktur ICDX, Nursalam, menilai tingginya angka tersebut membuktikan bahwa masyarakat kini semakin percaya pada ekosistem perdagangan emas digital di bursa berjangka. Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai tawaran investasi emas di media sosial yang tidak teregulasi.
“Kami optimis transaksi akan terus tumbuh positif hingga akhir tahun, sembari terus berkolaborasi dengan Bappebti untuk memperkuat ekosistem perdagangan yang aman bagi masyarakat,” tegas Nursalam.





















