Anak Usaha Barito Renewables Raih Penghargaan PROPER Emas KLH

persen

Jakarta – Star Energy Geothermal, anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), berhasil meraih penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Apresiasi ini diberikan atas komitmen perusahaan dalam menjaga operasional bisnis yang melampaui standar kepatuhan lingkungan serta memberikan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat.

Presiden Direktur Barito Renewables Energy sekaligus Grup CEO Star Energy Geothermal, Hendra Soetjipto Tan, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengintegrasikan praktik operasional yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Inovasi menjadi kunci utama perusahaan dalam meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar.

Pencapaian PROPER Emas diraih oleh PLTP Wayang Windu di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Keberhasilan ini didorong oleh sejumlah program unggulan, seperti WW Retro yang mampu menghemat energi pada cooling tower sebesar 31.622,4 GJ, serta program PACE WW yang sukses menekan emisi Gas Rumah Kaca hingga 1.756.687 ton CO2 per tahun.

Selain itu, perusahaan menerapkan sistem pengelolaan limbah B3 melalui program ASIS TURBO yang berhasil mereduksi penggunaan oli bekas secara signifikan. Inovasi-inovasi ini menjadi bukti nyata keseriusan Star Energy Geothermal dalam memitigasi dampak lingkungan di wilayah operasionalnya.

Di sisi lain, dua aset panas bumi lainnya yakni PLTP Salak di Sukabumi dan PLTP Darajat di Garut juga sukses mendapatkan predikat PROPER Hijau. Prestasi ini mengukuhkan komitmen grup dalam menjaga kelestarian ekosistem di seluruh unit kerja.

Hingga saat ini, Star Energy Geothermal mengoperasikan total kapasitas panas bumi sebesar 926 megawatt (MW). Posisi ini menjadikan BREN sebagai salah satu perusahaan dengan portofolio energi panas bumi terbesar. Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas operasional hingga mencapai 1 gigawatt (GW) untuk energi panas bumi dan 79 MW untuk tenaga bayu pada akhir tahun 2026.

Rekomendasi