Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meluncurkan fitur Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) untuk nasabah ritel di platform Livin’ Planet pada aplikasi Livin’ by Mandiri. Peluncuran ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April.
Bank Mandiri menggandeng IDXCarbon dalam pengembangan layanan tersebut sebagai upaya membuka akses pasar karbon kepada masyarakat lewat kanal digital perbankan. Langkah ini sekaligus memperluas ekosistem perdagangan karbon nasional yang selama ini lebih banyak digerakkan oleh segmen korporasi.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengatakan fitur tersebut dirancang untuk mendorong nasabah ikut mengambil peran dalam aksi iklim. Ia menegaskan, pihaknya tidak hanya ingin meningkatkan kesadaran soal jejak karbon dari aktivitas harian, tetapi juga mendorong nasabah berkontribusi melalui mekanisme carbon offset yang kredibel dan terverifikasi.
“Melalui fitur ini, kami ingin mendorong partisipasi aktif nasabah dalam aksi iklim. Tidak berhenti pada peningkatan awareness atas jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, nasabah juga kami dorong untuk mengambil peran dalam mengimbanginya melalui mekanisme carbon offset yang kredibel dan terverifikasi,” ujar Henry di Jakarta, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (22/4).
SPE-GRK merupakan unit karbon yang menunjukkan pengurangan emisi dari suatu proyek yang telah melalui proses pengukuran, pelaporan, dan verifikasi. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa emisi gas rumah kaca telah berhasil dikurangi atau dihindari, sehingga bisa digunakan individu maupun institusi untuk mengimbangi emisi dari kegiatan sehari-hari.
Peluncuran fitur tersebut menjadi bagian dari pengembangan Livin’ Planet dengan menghadirkan kemampuan baru di luar layanan yang sudah ada sebelumnya. Bank Mandiri menyebut inovasi ini sebagai bentuk komitmen untuk menyediakan solusi keberlanjutan yang relevan, mudah diakses, dan berdampak bagi nasabah.
Henry menjelaskan, carbon offset dilakukan dengan mendukung pengurangan atau penyerapan emisi melalui berbagai cara, baik berbasis alam seperti penanaman pohon maupun berbasis teknologi seperti pengembangan energi terbarukan dan proyek efisiensi energi. Adapun carbon credit merepresentasikan pengurangan atau penyerapan emisi sebesar 1 ton CO2 ekuivalen yang dapat diperdagangkan dalam mekanisme tersebut.
Melalui Livin’ Planet, nasabah dapat menghitung jejak emisi lewat carbon calculator dan langsung melakukan offset dengan membeli SPE-GRK. Fitur ini juga dilengkapi edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai emisi karbon serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup rendah karbon.
Saat ini, SPE-GRK yang tersedia berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei milik Pertamina New & Renewable Energy berkapasitas 2,4 MW di Sumatera Utara. Proyek tersebut mengolah limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi energi terbarukan dan berkontribusi menekan emisi sekitar 265 ribu tCO2e, setara dengan emisi sekitar 30 ribu kendaraan berbahan bakar bensin.
Bank Mandiri juga melanjutkan kampanye keberlanjutan melalui program Mandiri Looping for Life. Program ini mendorong pengurangan emisi lewat pengelolaan limbah tekstil sekaligus melibatkan UMKM dan brand lokal dalam membangun ekosistem gaya hidup ramah lingkungan.
Sepanjang 2025, melalui kampanye tersebut, Bank Mandiri mencatat 1.398 transaksi Livin’ Planet dengan nilai Rp135,2 juta. Transaksi itu telah dikonversi menjadi penanaman 1.292 pohon yang berkontribusi menurunkan emisi sebesar 45,32 ton CO2e.
Bank Mandiri menegaskan kehadiran fitur ini menunjukkan peran sektor keuangan sebagai enabler dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon. Peran itu tak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga dengan memperluas akses, meningkatkan kesadaran, dan menghadirkan solusi praktis bagi masyarakat.
Ke depan, bank pelat merah itu menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi berbasis ESG untuk memperluas inklusi keberlanjutan serta menghadirkan solusi keuangan yang lebih relevan, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan ekosistem layanan yang terintegrasi, Bank Mandiri optimistis bisa memperkuat posisinya sebagai katalis dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.




















