Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama tiga hari antara Rusia dan Ukraina. Langkah diplomatik ini juga mencakup pertukaran 1.000 tahanan dari kedua belah pihak yang bertikai.
Gencatan senjata tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9, 10, dan 11 Mei. Trump menegaskan bahwa kesepakatan ini melibatkan penghentian total seluruh aktivitas militer di garis depan.
“Saya dengan senang hati mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari. Permintaan ini saya sampaikan langsung, dan saya sangat menghargai persetujuan Presiden Rusia Vladimir Putin serta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy,” ujar Trump melalui platform Truth Social.
Trump mengungkapkan harapannya agar momentum ini menjadi titik awal bagi berakhirnya konflik berkepanjangan yang ia sebut sebagai yang terburuk sejak Perang Dunia II. Ia menyatakan bahwa negosiasi terus diupayakan setiap hari guna mencapai perdamaian permanen.
Terkait prospek jangka panjang, Trump mengaku terbuka untuk mengirim tim khusus ke Rusia demi merundingkan penghentian konflik secara permanen. Ia bahkan mengeklaim telah berhasil menyelesaikan sembilan perang sebelumnya dan optimistis konflik ini bisa menjadi yang kesepuluh.
Pengumuman ini menyusul pertemuan antara utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner dengan kepala perunding Ukraina, Rustem Umerov, di Miami. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan proses diplomatik dan koordinasi perdamaian.
Langkah ini diambil di tengah melambatnya negosiasi kedua pihak akibat perhatian dunia yang terpecah oleh konflik di wilayah lain. Sebelumnya, Rusia dan Ukraina sempat saling melontarkan tudingan pelanggaran gencatan senjata saat peringatan Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei.
























