Rahmat Saleh Dorong Pemulihan Cepat Lahan Pertanian Sumbar

persen

ribuan-hektare-lahan-pertanian-sumbar-terdampak,-rahmat-saleh-dorong-normalisasi-segera
Ribuan Hektare Lahan Pertanian Sumbar Terdampak, Rahmat Saleh Dorong Normalisasi Segera

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, mendesak percepatan pemulihan sektor pertanian di Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang. Ia menilai langkah cepat diperlukan agar ribuan petani bisa kembali mengolah lahan dan memulai masa tanam yang sempat terhenti.

Ribuan hektare lahan pertanian di Sumbar dilaporkan terdampak bencana tersebut. Sejumlah petani kehilangan jadwal tanam, sementara sebagian lahan dan saluran irigasi mengalami kerusakan cukup parah.

“Pascabanjir bandang, ribuan hektare lahan pertanian di Sumatera Barat terdampak dan banyak petani kehilangan masa tanamnya. Karena itu, saya terus mendorong percepatan normalisasi lahan pertanian agar masyarakat bisa segera kembali berproduksi,” ujar Rahmat di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Rahmat menegaskan, pemulihan sektor pertanian menjadi hal krusial karena selama ini menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di banyak daerah Sumatera Barat. Jika pemulihan lahan terlambat, dampak ekonomi bagi petani dan keluarganya akan semakin berat.

Untuk mempercepat rehabilitasi, ia meminta normalisasi lahan, perbaikan irigasi, dan penyaluran bantuan pertanian dilakukan secara bersamaan. Menurut dia, upaya itu bukan hanya menghidupkan kembali aktivitas bertani, tetapi juga penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp320 miliar untuk mendukung penanganan dan pemulihan sektor pertanian di Sumatera Barat. Dana tersebut diharapkan mampu mempercepat rehabilitasi lahan sekaligus membantu petani kembali menanam dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp320 miliar untuk mendukung penanganan dan pemulihan sektor pertanian di Sumbar. Bantuan ini harus benar-benar dirasakan petani dan tepat sasaran di lapangan,” tegas Rahmat.

Ia juga mengingatkan pihak terkait agar memastikan bantuan tidak tersendat pada tahap administrasi. Menurutnya, yang paling dibutuhkan petani saat ini adalah kepastian lahan mereka bisa kembali produktif, bukan sekadar bantuan jangka pendek.

Menjelang masa sidang baru, Rahmat menegaskan akan terus mengawal persoalan pertanian dan keberpihakan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Ia menyebut pemulihan sawah dan aktivitas tanam sebagai langkah vital untuk menggerakkan kembali ekonomi warga.

“Ketahanan pangan dimulai dari pertanian yang kembali hidup dan petani yang kembali bisa menanam,” pungkasnya.

Rekomendasi