Freeport Indonesia Percepat Dekarbonisasi Operasional Tambang Menuju Target Emisi

PT Freeport Indonesia proyeksikan penurunan emisi karbon lebih 40% pada 2030 lewat dekarbonisasi energi dan rehabilitasi lahan, mendukung pertambangan berkelanjutan di Indonesia.

Ikhwan Setiawan

upaya-freeport-percepat-transisi-energi-wujudkan-target-turunkan-emisi
Upaya Freeport Percepat Transisi Energi Wujudkan Target Turunkan Emisi

Jakarta – PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan penurunan emisi karbon hingga lebih dari 40 persen pada tahun 2030 dibandingkan dengan baseline tahun 2018.

Langkah agresif ini dilakukan perusahaan sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung praktik pertambangan berkelanjutan di Indonesia.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyatakan bahwa pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai melalui berbagai program dekarbonisasi yang sedang berjalan.

“Kami berkomitmen bisa mengurangi emisi karbon 30% hingga 2030,” ujar Tony.

Ia menambahkan bahwa target penurunan emisi tersebut bahkan berpotensi melampaui angka 30 persen melalui optimalisasi penggunaan energi bersih.

Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah mengganti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara dengan pembangkit berbasis gas alam cair (LNG).

Menurut Tony, pengelolaan tambang yang berkelanjutan tetap dapat dilakukan meski industri ini memanfaatkan sumber daya yang tidak dapat diperbarui.

“Program itu intinya melakukan sustainable save production, jadi diharapkan dapat sustainable walaupun nanti operasional PT Freeport sudah berhenti,” jelasnya.

VP Government Relations PTFI, Harry Pancasakti, mengungkapkan bahwa perusahaan telah melakukan transformasi besar pada sistem penyediaan energi.

Pembangkit listrik yang sebelumnya menggunakan diesel berkapasitas 129 megawatt kini telah dikonversi ke biofuel dan beralih ke gas alam.

Selain itu, pembangkit berbasis batu bara yang telah habis masa operasinya juga dialihkan menjadi pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).

“Bertepatan sudah habisnya umur power plant berbasis batu bara kita konversi menjadi PLTG dengan pembangkit gas, dari 200 megawatt menjadi 270 megawatt sehingga emisi karbon jauh signifikan,” tutur Harry.

Di sektor operasional tambang bawah tanah Grasberg, PTFI kini mengoperasikan kereta listrik otomatis untuk mengangkut bijih tambang.

Sistem ini menggantikan puluhan truk berbahan bakar diesel yang sebelumnya menjadi tulang punggung logistik perusahaan.

“Transportasi menggunakan lokomotif listrik setara dengan sekitar 50 sampai 60 unit alat angkut berbahan bakar diesel, ini menjadi lompatan besar dalam sistem logistik transportasi,” tambah Harry.

Selain dekarbonisasi energi, perusahaan juga menjalankan program rehabilitasi lahan seluas ribuan hektare di kawasan Sentani, Jayapura.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus mendorong ekonomi hijau.

Dengan berbagai langkah tersebut, emisi karbon diproyeksikan turun sekitar 1,9 juta ton dari total sebelumnya yang mencapai 4,7 juta ton.

“Ini target cukup agresif, kami optimistis dapat mencapainya melalui berbagai program dekarbonisasi yang sedang dijalankan dan memenuhi harapan pemerintah,” pungkas Harry.

Rekomendasi