IHSG Menguat ke 6.064, Saham WIFI dan HRTA Memimpin Penguatan

persen

IHSG Menguat ke 6.064, Saham WIFI dan HRTA Memimpin Penguatan

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif dengan bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan sesi pertama pada Kamis (16/7/2026).

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir melalui RTI Business menunjukkan indeks menguat sebesar 0,37 persen atau setara dengan kenaikan 22,49 poin menuju level 6.064.

Tren penguatan ini didorong oleh dominasi kenaikan pada mayoritas indeks sektoral yang melantai di bursa domestik.

Sektor barang baku memimpin laju penguatan dengan kenaikan signifikan sebesar 1,39 persen.

Sektor properti dan real estate menyusul di posisi kedua dengan apresiasi sebesar 1,03 persen.

Sektor infrastruktur juga memberikan kontribusi positif dengan kenaikan sebesar 0,76 persen.

Selain itu, sektor keuangan tercatat menguat 0,59 persen, sektor energi naik 0,34 persen, dan sektor transportasi tumbuh 0,25 persen.

Kenaikan tipis juga terjadi pada sektor kesehatan sebesar 0,20 persen, sektor barang konsumer non-primer naik 0,13 persen, serta sektor barang konsumer primer yang menguat 0,06 persen.

Di sisi lain, terdapat tekanan pada sektor perindustrian yang terkoreksi 1,07 persen.

Sementara itu, sektor teknologi terpantau bergerak stagnan dengan perubahan 0,00 persen.

Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan total volume mencapai 18,88 miliar saham.

Nilai transaksi harian yang terbentuk hingga jeda siang mencapai angka Rp 7,57 triliun.

Sebanyak 330 saham berhasil mencatatkan penguatan harga di pasar.

Sebaliknya, terdapat 250 saham yang mengalami pelemahan nilai.

Sementara itu, sebanyak 207 saham lainnya tetap berada dalam posisi stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Dalam daftar saham berkapitalisasi besar atau LQ45, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) memimpin jajaran top gainers dengan kenaikan 11,35 persen ke level Rp 2.060 per saham.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berada di posisi kedua dengan penguatan 6,81 persen ke harga Rp 1.960 per saham.

Selanjutnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyusul dengan kenaikan 4,52 persen ke level Rp 3.930 per saham.

Sebaliknya, tekanan jual melanda beberapa saham dalam indeks LQ45 yang menempatkan mereka sebagai top losers.

PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) memimpin koreksi dengan penurunan 2,46 persen ke harga Rp 595 per saham.

PT United Tractors Tbk (UNTR) menyusul dengan pelemahan 1,46 persen menuju level Rp 27.000 per saham.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga mencatatkan koreksi sebesar 1,10 persen ke level Rp 1.345 per saham.

Pergerakan indeks ini menunjukkan optimisme investor yang masih terjaga di tengah fluktuasi sektoral yang terjadi sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar