BEI Bidik 15 Calon Emiten Baru Termasuk Sektor Hiburan

persen

Jakarta – Sebanyak 15 perusahaan dipastikan akan segera meramaikan bursa saham melalui mekanisme penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) hingga Agustus 2026. Meski pasar saham domestik sedang mengalami volatilitas, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai antrean perusahaan yang akan melantai di bursa masih cukup solid.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa calon emiten tersebut didominasi oleh perusahaan berskala besar. Dari total 15 perusahaan dalam daftar tunggu, sebanyak 11 perusahaan masuk dalam kategori skala besar, sementara empat lainnya merupakan perusahaan menengah.

Sektor consumer cyclical dan consumer non-cyclical tercatat menjadi penyumbang terbanyak dalam daftar antrean IPO saat ini. Selain itu, terdapat pula perusahaan dari sektor infrastruktur, teknologi, kesehatan, hingga hiburan yang tengah memproses rencana untuk melantai di bursa.

Nyoman menegaskan, khusus untuk sektor hiburan, perusahaan yang akan masuk bukan berasal dari kategori rumah produksi. Proses pencatatan saham setiap perusahaan pun akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan masa berlaku laporan keuangan masing-masing emiten yang jatuh tempo antara Juli hingga Agustus mendatang.

Di sisi lain, BEI juga terus mengawal implementasi aturan terkait peningkatan porsi saham publik atau free float bagi emiten berkapitalisasi pasar jumbo. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 5 triliun diwajibkan untuk memenuhi ketentuan tersebut paling lambat Maret 2027.

Pihak bursa optimistis bahwa peningkatan likuiditas melalui aturan free float ini akan mulai terlihat progresnya secara signifikan pada tahun ini. BEI memastikan regulasi tersebut kini telah berjalan dan terus dipantau guna memperkuat iklim investasi di pasar modal Indonesia.

Rekomendasi