InJourney Usulkan Perluasan Layanan Fast Track di Bandara Embarkasi

persen

PADANG – Proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Padang resmi dimulai dengan tibanya 390 jemaah Kloter 1 di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (3/6/2026) malam. Di balik kelancaran proses debarkasi tersebut, efektivitas layanan fast track keimigrasian kembali menjadi sorotan utama untuk dioptimalkan di masa depan.

Komisaris Independen InJourney Airports, Imelda Sari, yang menyambut langsung kedatangan jemaah, menegaskan bahwa layanan fast track terbukti krusial dalam memangkas waktu tunggu dan mencegah penumpukan jemaah di bandara. Ia pun mendorong agar fasilitas ini tidak hanya terbatas di empat bandara utama, tetapi diperluas ke lebih banyak embarkasi di Indonesia.

“Fast track itu sangat membantu. Ini hasil kerja sama InJourney Airports dengan Imigrasi. Ke depan dapat ditingkatkan bukan hanya di empat bandara, tetapi juga di beberapa bandara lainnya,” ujar Imelda saat meninjau proses kedatangan jemaah.

Menurut Imelda, perluasan layanan ini merupakan solusi strategis untuk meningkatkan kenyamanan jemaah, baik saat keberangkatan maupun kepulangan. Ia berharap peningkatan kualitas layanan ini dapat terus berlanjut dari tahun ke tahun.

Di sisi lain, Kepala Kanwil Kemenhajj Sumbar, Muhammad Rifki, melaporkan bahwa mayoritas jemaah Kloter 1 tiba dalam kondisi selamat. Namun, ia mengonfirmasi adanya satu jemaah yang belum bisa dipulangkan bersama rombongan karena masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi.

“Ada satu orang jemaah yang sakit dan masih menjalani perawatan sehingga akan diberangkatkan pada kloter berikutnya,” jelas Rifki.

Selain itu, Rifki juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya lima jemaah asal Debarkasi Padang selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia memastikan bahwa seluruh jemaah yang wafat telah dibadalkan hajinya sesuai dengan ketentuan syariat yang berlaku.

Kedatangan Kloter 1 ini menjadi pembuka rangkaian pemulangan jemaah haji Debarkasi Padang. Pihak PPIH dijadwalkan akan terus menerima kedatangan jemaah secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan.

Rekomendasi