Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi pertama, Kamis (4/6/2026). Indeks ditutup merosot 206,81 poin atau 3,48% ke level 5.734,256.
Koreksi tajam yang dialami IHSG terjadi seiring dengan melemahnya seluruh sektor saham di bursa. Sektor barang baku menjadi penekan terbesar dengan anjlok 5,95%.
Disusul oleh sektor properti dan real estate yang terkoreksi 5,24%, sektor perindustrian turun 4,58%, serta sektor transportasi dan logistik yang melemah 4,44%.
Selain itu, sektor infrastruktur turun 4,38%, sektor keuangan melemah 3,39%, sementara sektor energi dan kesehatan masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 3,08%.
Sektor lainnya juga turut berada di zona merah, yaitu sektor barang konsumen primer turun 2,74%, sektor barang konsumen non-primer melemah 2,73%, dan sektor teknologi terkoreksi 1,92%.
Hingga penutupan sesi pertama, tercatat sebanyak 683 saham mengalami penurunan, sementara hanya 63 saham yang menguat dan 62 saham lainnya stagnan. Total volume transaksi mencapai 22,84 miliar saham dengan nilai perputaran uang sebesar Rp 12,74 triliun.
Dalam jajaran saham LQ45, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) memimpin daftar top losers dengan penurunan 12,04%. Diikuti oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang turun 9,77% dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang melemah 9,52%.
Sementara itu, saham-saham yang masih mampu mencatatkan penguatan di tengah tekanan pasar adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 4,83%, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 3,07%, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 2,29%.

















