Jakarta – PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menargetkan kontribusi sektor bisnis ke bisnis (B2B) mencapai 20 persen dari total pendapatan konsolidasi sepanjang tahun 2026. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan penetrasi pasar digital yang kini berfokus pada integrasi data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bagi korporasi.
Langkah strategis perusahaan dilakukan melalui penyelenggaraan Bravo 500 Summit 2026. Forum tahunan ini menjadi wadah pertemuan bagi lebih dari 2.000 pemimpin korporasi, regulator, akademisi, serta mitra teknologi untuk membedah potensi besar digitalisasi di Indonesia. Fokus utama pembahasan mencakup pemanfaatan AI, tata kelola data, dan konektivitas untuk meningkatkan daya saing industri nasional.
Direktur & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, menyatakan bahwa ajang tersebut memegang peranan krusial dalam memacu kinerja bisnis. Menurutnya, forum ini bukan sekadar sarana diskusi, melainkan katalisator transaksi nyata yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan perusahaan. Kepercayaan klien korporasi menjadi landasan utama bagi perseroan dalam memperluas ekosistem layanan digital yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Dalam rangkaian acara tersebut, XLSmart for Business secara resmi memperkenalkan ESTA Prime. Teknologi ini merupakan pengembangan terbaru dari platform Enterprise Smart Technology & Automation (ESTA). Inovasi tersebut dirancang untuk memberikan solusi digital yang komprehensif bagi perusahaan yang ingin mempercepat transformasi operasional mereka.
Transformasi digital di tingkat korporasi saat ini memang sedang mengalami pergeseran paradigma. Jika sebelumnya fokus utama perusahaan adalah pada adopsi teknologi dasar, kini pelaku industri beralih pada pemanfaatan data yang lebih mendalam dan integrasi AI. Kebutuhan akan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan berbasis data yang akurat menjadi pendorong utama tren ini. Sektor-sektor vital seperti keuangan, manufaktur, perkebunan, hingga pertambangan ditengarai menjadi pasar yang paling agresif dalam melakukan transformasi tersebut.
Andrijanto menegaskan bahwa kualitas data merupakan fondasi mutlak dalam pengembangan ekosistem digital nasional. Efektivitas pemanfaatan AI, baik di ranah bisnis maupun pemerintahan, sangat bergantung pada bagaimana sebuah organisasi mengelola dan mengolah data mereka. Dengan menyediakan infrastruktur yang mumpuni, XLSmart berupaya menempatkan diri sebagai mitra strategis bagi perusahaan yang ingin mengoptimalkan proses pengambilan keputusan melalui teknologi terkini.
Langkah ekspansi ini dilakukan di tengah tantangan finansial yang dihadapi perusahaan. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025 lalu, perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 4,43 triliun, meskipun dari sisi pendapatan perusahaan masih menunjukkan tren pertumbuhan. Fokus pada segmen B2B dengan margin yang lebih stabil diharapkan mampu memperbaiki posisi keuangan perusahaan di masa depan melalui penyediaan layanan bernilai tambah tinggi bagi para pelaku industri.
























