Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan jual pada perdagangan Kamis (11/6), yang menyebabkan indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut harus ditutup di zona merah. Setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang hari, IHSG akhirnya tergelincir dari posisi sesi pertama dan berakhir di level 5.886,032.
Data perdagangan mencatat IHSG terkoreksi sebesar 16,34 poin atau setara dengan penurunan 0,277 persen. Tren pelemahan ini tidak hanya terjadi pada indeks utama, namun juga menular ke indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar. Indeks LQ45 terpantau turun 0,447 persen ke posisi 586,842 pada akhir sesi perdagangan.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap menunjukkan likuiditas yang cukup tinggi di tengah koreksi pasar. Total nilai transaksi harian mencapai Rp 21,86 triliun dengan volume saham yang berpindah tangan mencapai 33,06 miliar lembar. Frekuensi transaksi tercatat sebesar 2,37 juta kali sepanjang hari perdagangan.
Di jajaran saham dengan kenaikan harga tertinggi atau top gainers, PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) memimpin dengan lonjakan 34,67 persen ke level 202. Disusul oleh PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) yang naik 34,33 persen, PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) sebesar 34,15 persen, PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) sebesar 34,04 persen, dan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) yang menguat 25,00 persen.
Sebaliknya, saham-saham yang mengalami tekanan jual cukup dalam atau top losers antara lain PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) yang melemah 14,29 persen, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 13,94 persen, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) terkoreksi 13,64 persen, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) turun 12,71 persen, dan PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR) melemah 10,88 persen.
Dari sisi nilai transaksi, saham perbankan dan sektor energi mendominasi daftar top value. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai transaksi tertinggi sebesar Rp 3,09 triliun, disusul oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai Rp 2,59 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 1,33 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 1,31 triliun, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp 800,92 miliar.
Sementara itu, pelemahan IHSG beriringan dengan depresiasi nilai tukar rupiah di pasar spot. Rupiah ditutup melemah ke level Rp 17.985 per dolar AS, terdepresiasi 19 poin atau 0,106 persen dibandingkan dengan posisi pembukaan pagi di level Rp 17.966.
Kondisi pasar regional Asia cenderung bervariasi pada hari yang sama. Indeks Nikkei 225 di Jepang berhasil menguat tipis 0,06 persen ke level 64.217,27 dan Straits Times di Singapura naik 0,72 persen ke level 4.994,19. Namun, sentimen negatif menekan indeks Hang Seng di Hong Kong yang turun 0,65 persen ke level 24.249,29 serta indeks SSE Composite di China yang melemah 0,16 persen ke level 3.987,01.























