Mencermati Emiten Digital yang Mendulang Cuan saat Piala Dunia 2026

persen

Jakarta – Perhelatan Piala Dunia 2026 yang telah bergulir selama sepekan mulai memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem media digital di Indonesia. Peningkatan konsumsi konten olahraga global tersebut memicu lonjakan aktivitas pada sejumlah platform Over The Top (OTT) dan layanan pendukung digital yang dikelola oleh beberapa emiten nasional. Sebagai pemegang lisensi siaran resmi, TVRI menjalin kemitraan strategis dengan PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) untuk memfasilitasi akses siaran pertandingan secara digital bagi masyarakat luas.

Implementasi layanan streaming dilakukan melalui dua kanal utama, yakni aplikasi FolaPlay yang dikelola oleh IRSX dan platform MAXStream milik anak usaha TLKM, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada penayangan pertandingan, namun juga mencakup integrasi ekosistem yang lebih luas. IRSX, misalnya, memperluas jangkauan distribusi FolaPlay melalui jaringan ritel Indomaret serta mengintegrasikan sistem pembayaran digital melalui GoPay milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) guna memperkuat strategi monetisasi.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa IRSX menjadi salah satu emiten yang paling diuntungkan dari momentum Piala Dunia 2026. Menurutnya, partisipasi IRSX sebagai mitra OTT resmi TVRI menciptakan aliran pendapatan baru melalui penjualan paket premium dan layanan digital. Integrasi yang dilakukan IRSX dengan pihak ketiga, seperti PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melalui layanan internet broadband Internet Rakyat (IRA), mencerminkan strategi sinergi ekosistem digital yang menyeluruh, mulai dari infrastruktur hingga ke tingkat pengguna akhir.

Di sisi lain, respons pasar terhadap PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tampak lebih moderat. Equity Research Analyst, Christian Sitorus, menyebutkan bahwa dampak Piala Dunia terhadap kinerja keuangan TLKM tidak terlalu signifikan secara fundamental. Meskipun paket Bola Gembira MAXStream berhasil meningkatkan traffic dan engagement digital, kontribusinya terhadap total pendapatan konsolidasi yang mencapai Rp146,7 triliun pada 2025 tergolong kecil. Mengingat sifat paket yang non-recurring dan tidak diperbarui otomatis, peningkatan kinerja tersebut diprediksi bersifat sementara. Selain itu, ketatnya persaingan distribusi siaran akibat banyaknya platform yang menawarkan akses gratis, seperti Transvision, Indovision, dan K-Vision, turut membatasi potensi keuntungan dari sisi monetisasi langsung.

Sementara itu, Tim Riset Phintraco Sekuritas menyoroti potensi besar bagi WIFI dan IRSX dalam menangkap lonjakan trafik data. Program Internet Rakyat yang dihadirkan WIFI menawarkan konektivitas broadband dengan harga kompetitif yang di-bundling dengan akses platform FolaPlay. Skema ini dinilai sangat menarik bagi konsumen yang mencari efisiensi biaya di tengah meningkatnya kebutuhan akan layanan internet rumah yang stabil selama masa turnamen. Dari sisi valuasi, WIFI saat ini diperdagangkan pada PBV 0,93 kali, sementara IRSX berada di level 5,51 kali, mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek pertumbuhan bisnis digital kedua perusahaan tersebut selama periode Piala Dunia 2026.

Rekomendasi