Surya Semesta Internusa Bagikan Dividen Tunai Senilai Rp 23,5 Miliar

persen

Jakarta – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) resmi menetapkan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham dengan total nilai mencapai Rp 23,5 miliar. Keputusan ini diambil perusahaan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja keuangan yang telah dicapai. Dividen tersebut nantinya akan dibagikan kepada pemegang saham dengan nilai nominal sebesar Rp 5 per lembar saham.

Selain pembagian dividen, perusahaan yang bergerak di sektor properti dan perhotelan ini juga telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam agenda tersebut, para pemegang saham memberikan persetujuan mengenai pelaksanaan Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP). Program ini dirancang sebagai skema insentif bagi karyawan dan manajemen berprestasi di lingkungan Grup SSIA.

Pelaksanaan program MESOP akan dilakukan melalui penerbitan saham baru. Jumlah saham yang diterbitkan dalam program ini ditetapkan tidak melebihi 5% dari total saham yang telah beredar saat ini. Presiden Direktur SSIA, Johannes Suriadjaja, menyatakan bahwa langkah ini merupakan strategi perusahaan untuk mengikat dan memberikan penghargaan kepada talenta-talenta terbaik yang berkontribusi langsung bagi pertumbuhan bisnis perseroan.

Terkait mekanisme harga pelaksanaan saham dalam program MESOP, Johannes menjelaskan bahwa perusahaan akan mematuhi regulasi pasar modal yang berlaku. Harga pelaksanaan ditetapkan minimal sebesar 90% dari rata-rata harga penutupan saham SSIA selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum periode pelaksanaan dimulai. Hal ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan keadilan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Langkah korporasi ini diambil seiring dengan catatan kinerja keuangan perusahaan yang menunjukkan tren positif pada kuartal pertama tahun 2026. SSIA berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,44 triliun, yang merepresentasikan pertumbuhan signifikan sebesar 35% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa perusahaan telah kembali berada di jalur pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Kontribusi utama dari peningkatan pendapatan tersebut berasal dari segmen properti yang mencatatkan lonjakan tajam sebesar 202,1% dengan nilai Rp 494,9 miliar. Selain itu, sektor perhotelan juga memberikan kontribusi positif dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 59,2% menjadi Rp 162,5 miliar. Kinerja segmen perhotelan dinilai semakin solid berkat operasional Paradisus by Meliá Bali yang telah berjalan sejak Februari 2026.

Melihat performa tersebut, manajemen SSIA optimistis target kinerja sepanjang tahun 2026 akan tercapai dengan baik. Optimisme ini didorong oleh kuatnya angka penjualan pemasaran atau marketing sales dari proyek strategis Subang Smartpolitan. Perusahaan meyakini bahwa momentum pemulihan yang terjadi di berbagai lini bisnis akan terus berlanjut seiring dengan efisiensi operasional dan ekspansi pasar yang terus dilakukan oleh perseroan.

Rekomendasi