Jakarta – PT RANS Entertainment Indonesia bersiap melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bulan depan. Perusahaan hiburan yang didirikan oleh pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini akan menggunakan kode saham RANS. Melalui aksi korporasi ini, perusahaan menargetkan perolehan dana segar berkisar antara Rp340,87 miliar hingga Rp429,25 miliar.
Berdasarkan prospektus perusahaan, RANS akan melepas sebanyak 2,525 miliar lembar saham baru kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 20,02 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Penawaran harga saham ditetapkan pada rentang Rp135 hingga Rp170 per lembar.
Struktur kepemilikan saham RANS pasca-IPO masih didominasi oleh Raffi Ahmad dengan porsi 78,68 persen, sementara Nagita Slavina memegang 1,24 persen. Selain pendiri, terdapat sejumlah nama besar dari sektor bisnis dan tokoh nasional yang tercatat sebagai pemegang saham. Di antaranya adalah Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, yang memiliki porsi 3,42 persen, serta putra bungsu Presiden ke-7 RI, Kaesang Pangarep, dengan kepemilikan 1,14 persen. Pemegang saham institusi terbesar diisi oleh PT Indonesia Entertainmen Grup dengan porsi 9,04 persen. Nama lain yang terlibat meliputi Soultan Ariq Rachman, CEO SCTV dan Vidio.com Sutanto Hartono, Hikmat Janika, serta PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi.
Jadwal pelaksanaan IPO diawali dengan masa penawaran awal atau bookbuilding yang berlangsung pada 23–25 Juni 2026. Perkiraan tanggal efektif dari otoritas pasar modal dijadwalkan pada 30 Juni 2026. Masyarakat luas dapat mulai memesan saham pada masa penawaran umum yang berlangsung mulai 2 hingga 8 Juli 2026. Proses selanjutnya mencakup penjatahan pada 8 Juli, distribusi saham secara elektronik pada 9 Juli, dan pencatatan perdana saham di papan perdagangan BEI pada 10 Juli 2026.
Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk enam sektor utama pengembangan bisnis. Sebanyak 6,98 persen dana digunakan untuk pelunasan pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Sekitar 18,64 persen akan dialokasikan untuk belanja modal atau capital expenditure guna membangun wahana bermain dan edukasi bernama Cipungland.
Selain itu, porsi terbesar yakni 37,61 persen akan difokuskan pada belanja operasional untuk penyelenggaraan konser berskala lokal hingga internasional di berbagai kota. Sebanyak 8,15 persen dana akan digunakan untuk pembentukan entitas usaha baru bersama PT Global Teknologi dalam pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Terakhir, sebanyak 19,8 persen dana akan digunakan untuk ekspansi melalui akuisisi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia atau Slavina, dengan sisa dana untuk penyetoran modal.
























