Jakarta – Investor kenamaan Lo Kheng Hong kembali mencatatkan keuntungan signifikan dari pembagian dividen PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).
Keputusan pembagian laba ini merujuk pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 25 Juni 2026, menyusul kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun buku 2025.
Berdasarkan keputusan rapat, emiten perkebunan yang dikenal dengan nama Lonsum tersebut menetapkan total dividen tunai sebesar Rp566,05 miliar.
Angka ini merepresentasikan sekitar 30,15 persen dari total laba bersih perusahaan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp1,88 triliun.
Dengan ketetapan tersebut, setiap pemegang saham berhak menerima dividen sebesar Rp83 per lembar saham atau setara dengan Rp8.300 per lot.
Bagi investor publik yang memiliki kepemilikan di bawah 5 persen, total jatah dividen yang didistribusikan mencapai Rp229,19 miliar.
Lo Kheng Hong, yang tercatat memegang 1,32 persen saham LSIP, diproyeksikan akan mengantongi dividen tunai sekitar Rp7,46 miliar. Selain itu, pemegang saham lainnya, Winarno Tjajadi, juga menerima dividen dengan nilai mencapai Rp24,9 miliar.
Sebagai pemegang saham pengendali (PSP), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menjadi penerima dividen terbesar dengan total perolehan mencapai Rp336,85 miliar. Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, pembayaran dividen tunai kepada seluruh pemegang saham akan dilakukan pada 24 Juli 2026.
Respons pasar terhadap pengumuman tersebut sempat menunjukkan fluktuasi pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026. Hingga pukul 11.14 WIB, harga saham LSIP berada di level Rp1.315 per saham, mencatatkan penurunan sebesar 30 poin atau 2,23 persen dibandingkan sesi sebelumnya.
Meski harga terkoreksi, tingkat imbal hasil dividen atau dividend yield saham perusahaan yang berdiri sejak tahun 1906 ini masih berada di kisaran 6,3 persen.
Selain menyetujui pembagian laba, RUPST juga mengesahkan laporan tahunan direksi dan laporan keuangan perusahaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025. Presiden Direktur LSIP, Tan Agustinus Dermawan, menyatakan apresiasinya atas dukungan pemegang saham terhadap langkah strategis perusahaan.
Menanggapi tantangan industri ke depan, Tan menegaskan bahwa manajemen Lonsum akan terus mengedepankan efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang ketat.
Fokus perusahaan tetap pada optimalisasi belanja modal serta peningkatan produktivitas secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika pasar komoditas.
Langkah efisiensi ini menjadi prioritas utama bagi Lonsum dalam mengelola kegiatan usaha di masa mendatang. Dengan menjaga efisiensi dan alokasi modal yang tepat, perusahaan berharap dapat tetap memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, sekaligus memperkuat fondasi operasional perusahaan di sektor perkebunan nasional.
Manajemen berkomitmen untuk menjalankan operasional secara cermat guna memastikan keberlanjutan performa keuangan perusahaan dalam jangka panjang.






















