Kemenhub Siapkan Formulasi Baru Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

persen

kemenhub-atur-tarif-batas-atas-tiket-pesawat-saat-harga-avtur-stabil
Kemenhub Atur Tarif Batas Atas Tiket Pesawat saat Harga Avtur Stabil

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merampungkan formulasi baru untuk penentuan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah strategis pemerintah dalam menata ulang struktur harga tiket penerbangan domestik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa penerapan formula baru tersebut akan dilakukan setelah kondisi harga avtur dan situasi geopolitik global kembali stabil.

“Mengenai TBA sekarang sudah dirumuskan. Mungkin pada saatnya nanti ketika harga avtur ini diharapkan sudah kembali stabil, maka kita akan memberlakukan TBA dengan formula yang baru,” ujar Dudy dalam Media Briefing di Jakarta Selatan, Jumat (26/6).

Saat ini, Kemenhub masih mengandalkan penyesuaian fuel surcharge sebagai solusi sementara bagi maskapai. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlangsungan operasional operator penerbangan di tengah fluktuasi harga bahan bakar pesawat yang melonjak.

“Saat ini yang diberlakukan adalah penyesuaian fuel surcharge karena ini dirasakan lebih tepat oleh khususnya teman-teman dari operator penerbangan,” jelasnya.

Formulasi baru ini disusun dengan meninjau kembali Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019. Kemenhub melakukan evaluasi terhadap berbagai komponen biaya operasional penerbangan agar lebih relevan dengan kondisi ekonomi terkini.

“Waktu kita menetapkan TBA terakhir (2019), di situ ada beberapa komponen yang berkaitan dengan biaya penerbangan yang harus kita review, kita sesuaikan dengan kondisi yang ada sekarang,” tambah Dudy.

Meski formulasi telah siap, pemerintah belum merinci besaran angka penyesuaian tarif tersebut. Dudy menegaskan bahwa pihaknya kini hanya tinggal menunggu momentum yang tepat untuk meresmikan kebijakan tersebut.

“Saya rasa mungkin sudah diformulasikan angkanya, tinggal menunggu momentum pada saat harga fuel sudah relatif stabil,” pungkasnya.

Rekomendasi