Jeremy Grantham Prediksi Bitcoin Akan Lenyap dari Pasar Global

persen

New York – Miliarder sekaligus pendiri firma investasi GMO, Jeremy Grantham, secara terbuka memprediksi bahwa Bitcoin akan kehilangan relevansinya sebagai aset investasi dalam beberapa dekade mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Grantham dalam program Squawk Box CNBC pada Jumat, 26 Juni.

Ia menegaskan pandangan skeptisnya terhadap aset kripto terbesar tersebut dengan menyebutnya sebagai instrumen yang tidak memiliki nilai intrinsik.

Grantham menilai Bitcoin hanyalah aset spekulatif yang tidak memiliki dasar fundamental ekonomi yang kuat.

Selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun ke depan, ia menduga Bitcoin akan memudar secara perlahan namun pasti.

Ia menekankan bahwa penurunan pengaruh tersebut tidak akan terjadi secara dramatis dalam waktu singkat, melainkan melalui proses pengikisan minat pasar yang berkelanjutan.

Grantham secara spesifik mengkritik ketidakmampuan Bitcoin dalam menjalankan fungsi sebagai penyimpan nilai yang stabil.

Menurutnya, volatilitas harga Bitcoin yang ekstrem membuat aset ini tidak dapat diandalkan oleh para investor.

Nilai Bitcoin diklaim dapat anjlok hingga lima puluh persen tanpa adanya alasan ekonomi yang jelas, bahkan saat kondisi pasar secara umum sedang dalam fase pertumbuhan.

Ketidakstabilan ini menjadi alasan utama mengapa investor tidak disarankan untuk menggantungkan aset berharga mereka pada mata uang digital ini.

Dalam argumennya, Grantham membandingkan Bitcoin dengan emas sebagai komoditas penyimpan nilai tradisional.

Meskipun emas sempat mengalami koreksi dari level tertingginya, logam mulia tersebut dinilai tetap memberikan kenaikan nilai yang solid dalam jangka panjang.

Grantham juga mempertanyakan kegunaan praktis dari Bitcoin dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Ia menilai belum ada bukti nyata bahwa Bitcoin memberikan manfaat fungsional bagi ekosistem ekonomi global.

Orang-orang tidak menggunakan aset tersebut untuk transaksi penting seperti membeli makan malam atau berbelanja di supermarket.

Ia justru melontarkan kritik tajam dengan menyatakan bahwa Bitcoin sering kali hanya memfasilitasi aktivitas kriminal dalam memindahkan dana.

Data historis menunjukkan bahwa dalam setiap siklus pasar, harga Bitcoin pernah mengalami penurunan setidaknya tujuh puluh persen dari nilai puncaknya.

Saat wawancara tersebut berlangsung, harga Bitcoin sempat berada di posisi lima puluh dua persen di bawah level tertinggi yang dicapai pada Oktober 2025.

Nilai tukar Bitcoin kala itu diperdagangkan di bawah angka 60.000 dolar Amerika Serikat.

Banyak analis pasar meyakini bahwa pelemahan harga kripto ini masih berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Di sisi lain, adopsi institusional terhadap Bitcoin terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Lembaga keuangan raksasa seperti BlackRock melalui produk iShares Bitcoin Trust dan Fidelity Investments melalui Wise Origin Bitcoin Fund telah menyediakan akses bagi investor.

Langkah ini menyusul keputusan U.S. Securities and Exchange Commission yang menyetujui peluncuran ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat pada Januari 2024.

Persetujuan tersebut menjadi tonggak sejarah penting dalam memperluas jangkauan Bitcoin ke arus utama investor institusi dunia.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar