Harga Saham Turun 11%, Cek Jadwal Dividen Yield 7% Ini

persen

Jakarta – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) resmi mengumumkan rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp389,62 miliar.

Keputusan krusial tersebut telah disepakati oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 29 Juni 2026.

Head of Legal & Corporate Secretary Erajaya Swasembada, Amelia Allen, mengonfirmasi bahwa setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp25 per lembar saham.

Pengumuman ini disampaikan secara resmi melalui keterbukaan informasi pada Selasa, 1 Juli 2026.

Langkah korporasi ini dilakukan di tengah tren pergerakan harga saham ERAA yang cenderung melemah di pasar modal.

Pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, pukul 09.30 WIB, saham ERAA tercatat berada di level Rp366 per lembar.

Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 2 poin atau setara dengan 0,54 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Secara akumulatif sejak awal tahun atau year to date (ytd), saham perseroan telah mengalami koreksi sebesar 46 poin atau sekitar 11,17 persen.

Meskipun harga saham tengah tertekan, tingkat imbal hasil dividen atau dividend yield yang ditawarkan tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

Berdasarkan harga saham pada Kamis pagi, estimasi dividend yield yang diperoleh investor mencapai kisaran 6,8 persen.

Perseroan telah menetapkan jadwal pembagian dividen yang harus diperhatikan oleh para investor.

Tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan jatuh pada 7 Juli 2026.

Sementara itu, tanggal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 8 Juli 2026.

Untuk pasar tunai, tanggal cum dividen jatuh pada 9 Juli 2026, diikuti oleh ex dividen pada 10 Juli 2026.

Tanggal daftar pemegang saham atau recording date ditetapkan pada 9 Juli 2026.

Seluruh pembayaran dividen tunai dijadwalkan akan didistribusikan kepada pemegang saham pada 31 Juli 2026.

Kebijakan pembagian dividen ini merujuk pada kinerja keuangan perseroan per 31 Desember 2025.

Erajaya Swasembada mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,195 triliun.

Kondisi keuangan perusahaan dinilai tetap solid dengan catatan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp6,84 triliun.

Selain itu, total ekuitas perseroan tercatat mencapai posisi Rp10,18 triliun.

Selain pembagian dividen, RUPST juga menghasilkan keputusan strategis terkait perubahan struktur pengurus perusahaan.

Para pemegang saham menerima pengunduran diri Lim Bing Tjay dari jabatannya sebagai Komisaris Independen yang berlaku efektif sejak 31 Maret 2026.

Agenda rapat juga mencakup pengesahan laporan tahunan, laporan keberlanjutan, serta laporan keuangan tahun buku 2025.

Pemegang saham turut menyetujui penetapan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk periode berjalan.

Dengan fundamental keuangan yang tetap terjaga, dividen ini dianggap sebagai kompensasi bagi investor di tengah fluktuasi pasar ritel.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar