Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif pada penutupan perdagangan hari Rabu, 1 Juli 2026.
Indeks utama bursa domestik ini menguat 51,92 poin atau 0,92 persen ke level 5.695,11.
Laju penguatan IHSG didorong oleh dominasi saham-saham yang mencatatkan kenaikan harga di papan bursa.
Tercatat sebanyak 378 saham berhasil ditutup di zona hijau.
Sementara itu, sebanyak 248 saham mengalami koreksi dan 157 saham lainnya berakhir stagnan.
Secara sektoral, tujuh indeks sektoral menunjukkan performa impresif dan menopang laju indeks secara keseluruhan.
Sebaliknya, empat sektor lainnya gagal mempertahankan momentum dan harus berakhir di zona merah.
Aktivitas perdagangan di bursa tanah air terpantau cukup padat sepanjang sesi.
Total volume perdagangan saham mencapai 18,33 miliar lembar saham.
Nilai transaksi harian yang dibukukan oleh para pelaku pasar menembus angka Rp 10,16 triliun.
Sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh berbagai kebijakan strategis pemerintah, termasuk wacana mandatori B50.
Kebijakan ini menjadi katalis penting bagi emiten di sektor minyak kelapa sawit atau CPO.
Para analis kini tengah menyoroti potensi kinerja emiten terkait serta risiko yang mungkin membayangi ke depan.
Seiring dengan dinamika pasar tersebut, sejumlah analis memberikan rekomendasi teknikal untuk perdagangan Kamis, 2 Juli 2026.
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menjadi salah satu saham yang dicermati.
Saham AALI saat ini masih bergerak konsolidasi dalam rentang 5.850 hingga 6.100.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memberikan pandangannya terkait pergerakan saham ini.
“AALI berada di bawah MA10 dengan indikator MACD yang menunjukkan penguatan tren,” ujar Oktavianus Audi.
Ia menyarankan investor untuk melakukan strategi buy on break di level 6.100 dengan target harga di 6.500 dan batasan support di 5.750.
Pada penutupan Rabu, 1 Juli 2026, AALI menguat 0,42 persen ke level Rp 5.975 per saham.
Selanjutnya, saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) juga menarik perhatian pelaku pasar.
Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki, menilai adanya potensi teknikal yang menarik pada TOBA.
“Muncul pola bullish harami dengan RSI yang menguat dan indikator Stochastic yang membentuk golden cross,” jelas Achmad Yaki.
Namun, ia mengingatkan investor untuk tetap waspada dan siap melakukan aksi jual jika saham gagal menembus level 370 hingga 372.
Rekomendasi yang diberikan untuk TOBA adalah trading buy dengan support di Rp 338 dan resistance di Rp 384.
Pada perdagangan hari yang sama, TOBA ditutup menguat signifikan sebesar 5,29 persen ke level Rp 358 per saham.
Terakhir, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menjadi sorotan dengan tren yang cenderung melambat.
Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, mencatat adanya momentum bearish pada indikator MACD saham tersebut.
“PTBA melanjutkan tren turun yang berpotensi mencapai target Fibonacci terdekat di 2.150,” ungkap Ivan Rosanova.
Ia menambahkan bahwa potensi rebound dapat terjadi selama harga saham tetap bertahan di atas level 2.080.
Rekomendasi untuk PTBA adalah speculative buy dengan level support Rp 2.080 dan resistance Rp 2.500.
Pada penutupan perdagangan Rabu, 1 Juli 2026, harga saham PTBA berakhir stagnan di posisi Rp 2.290 per saham.




















