Cupertino – Apple dikabarkan sedang merancang langkah strategis untuk merambah segmen pasar laptop kelas menengah dengan menyiapkan varian MacBook Pro yang lebih terjangkau.
Perangkat baru tersebut, yang saat ini dikenal secara internal dengan nama kode K104, diproyeksikan bakal meluncur ke pasar pada paruh pertama tahun 2027.
Langkah ini diambil perusahaan sebagai respons atas tren kenaikan harga laptop global yang terus menekan daya beli konsumen dalam beberapa waktu terakhir.
Apple berupaya mendiversifikasi portofolio produknya agar tetap kompetitif di tengah tantangan rantai pasok yang memengaruhi biaya produksi secara signifikan.
Laporan terbaru pada Kamis, 2 Juli, mengonfirmasi bahwa pengembangan perangkat ini tengah menjadi prioritas bagi tim internal perusahaan.
Selama ini, lini MacBook Pro dikenal luas sebagai produk premium dengan banderol harga yang cukup tinggi bagi sebagian besar pengguna.
Hadirnya model yang lebih terjangkau diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar Apple di tengah persaingan ketat industri teknologi.
Selain fokus pada pengembangan laptop, Apple juga dilaporkan tengah menggarap empat model generasi terbaru dari iPad Pro.
Perangkat tablet premium tersebut nantinya akan dibekali dengan peningkatan cip yang menawarkan performa komputasi jauh lebih tinggi.
Seluruh perangkat terbaru ini ditargetkan untuk menyapa konsumen pada paruh pertama tahun depan guna menyegarkan ekosistem produk Apple.
Perusahaan juga disebut tengah bersiap memperkenalkan prosesor M7 sebagai generasi penerus dari lini chip Apple Silicon khusus perangkat Mac.
Spekulasi mengenai kehadiran MacBook Pro versi ekonomis ini muncul setelah Apple sempat melakukan penyesuaian harga pada beberapa produk unggulannya.
Sebagai ilustrasi, MacBook Pro dengan kapasitas penyimpanan 1 TB tercatat mengalami kenaikan harga dari 1.699 dolar AS menjadi 1.999 dolar AS.
CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya telah mengakui bahwa kendala rantai pasok global memberikan dampak langsung terhadap struktur biaya produksi perusahaan.
Hingga saat ini, pihak Apple belum memberikan pernyataan resmi maupun konfirmasi terkait rencana pengembangan perangkat laptop tersebut.
Namun, langkah ini dinilai sebagai upaya nyata perusahaan dalam menghadirkan alternatif produk yang lebih kompetitif di pasar global.
Strategi ini melengkapi jejak langkah Apple yang sebelumnya telah memperkenalkan MacBook Neo pada Maret 2026.
MacBook Neo sendiri merupakan laptop dengan harga lebih terjangkau yang menggunakan cip A18, prosesor yang semula dirancang khusus untuk iPhone.
Sementara itu, pembaruan terakhir pada lini iPad Pro telah dilakukan perusahaan pada Oktober 2025.
Dengan rencana peluncuran pada 2027, Apple tampaknya ingin memastikan bahwa setiap segmen konsumen memiliki akses terhadap teknologi terbaru mereka.
Para pengamat industri menilai langkah ini dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan penjualan Apple di masa depan.
Keseimbangan antara inovasi teknologi dan efisiensi biaya akan menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam menjaga dominasi pasar laptop dunia.
























