Neraca Dagang Defisit, IHSG Tetap Mampu Bertahan di Zona Hijau

Penguatan ini terjadi meski sejumlah data ekonomi makro Indonesia menunjukkan tren negatif, mulai dari kontraksi PMI Manufaktur, kenaikan inflasi, hingga defisit neraca perdagangan.

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,92 persen atau 51,92 poin ke level 5.695 pada perdagangan Selasa (1/7/2026).

Penguatan ini terjadi meski sejumlah data ekonomi makro Indonesia menunjukkan tren negatif, mulai dari kontraksi PMI Manufaktur, kenaikan inflasi, hingga defisit neraca perdagangan.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, mencatat Indonesia mengalami defisit neraca dagang sebesar USD1,6 miliar pada Mei 2026.

Angka ini sekaligus mengakhiri tren surplus beruntun yang telah bertahan selama 72 bulan sejak Mei 2020.

Defisit tersebut dipicu oleh lonjakan impor migas sebesar 70,8 persen secara tahunan (year-on-year), yang mendorong total impor naik 22,2 persen. Sementara itu, total ekspor tercatat terkoreksi 5,73 persen secara tahunan.

Tekanan ekonomi juga terlihat dari inflasi konsumen Juni 2026 yang naik menjadi 3,34 persen (yoy), dari sebelumnya 3,08 persen.

Ratih menjelaskan, kenaikan inflasi ini sejalan dengan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, meski Bank Indonesia tetap menargetkan inflasi tahun 2026 berada di rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah masih tertekan di level Rp17.985 per dolar AS.

Kondisi ini diperparah oleh sentimen global, di mana bursa Wall Street terkoreksi setelah Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan komitmen bank sentral untuk menjaga target inflasi di angka 2 persen.

Pernyataan Warsh tersebut memberikan sentimen negatif bagi sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang memiliki belanja modal (Capex) tinggi. Selain itu, pasar kini mulai mencermati musim laporan keuangan yang akan dimulai pekan depan.

Sementara itu, bursa Asia Pasifik mengalami aksi ambil untung (profit taking).

Indeks Nikkei 225 melemah 1,2 persen, sedangkan KOSPI anjlok 4,02 persen akibat penurunan saham berkapitalisasi besar seperti Samsung sebesar 6,4 persen dan SK Hynix sebesar 7,8 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, IHSG diprediksi akan mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Pergerakan indeks diperkirakan berada dalam rentang 5.550 hingga 5.650.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar