Ketegangan AS dan Iran Dorong Kenaikan Harga Minyak Dunia

Ketegangan AS-Iran picu lonjakan harga minyak global, ancam pasokan lewat Selat Hormuz, pasar pun andalkan cadangan antisipasi kekurangan pasokan energi.
harga-minyak-dunia-melesat-ke-level-us$75,54-usai-as-gempur-iran
Harga Minyak Dunia Melesat ke Level US$75,54 Usai AS Gempur Iran

Jakarta – Ancaman gangguan pasokan energi global kembali membayangi pasar setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memuncak.

Lonjakan harga minyak dunia terjadi pada perdagangan Rabu (8/7) akibat serangan udara AS ke Iran serta pemberlakuan kembali sanksi penjualan minyak mentah.

Harga minyak mentah Brent tercatat naik US$1,38 atau 1,9 persen menjadi US$75,54 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,37 atau 1,9 persen ke level US$71,81 per barel.

Kenaikan ini dipicu oleh respons militer AS atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menegaskan bahwa jalur tersebut merupakan rute strategis pengiriman minyak dari Timur Tengah ke pasar global.

Kepala Riset MST Marquee, Saul Kavonic, menilai eskalasi ini membuktikan bahwa keamanan pelayaran di Selat Hormuz masih sangat rapuh.

“Kondisi tersebut berlawanan dengan pandangan pasar yang sebelumnya memperkirakan kelebihan pasokan minyak global,” ujar Saul Kavonic.

Ia menambahkan, jika lalu lintas kapal di Selat Hormuz tetap berada di bawah 50 persen dari level normal, keterbatasan pasokan akan terus menopang harga minyak di level tinggi.

Sentimen pasar berubah drastis setelah Qatar menuding Iran berada di balik serangan drone terhadap kapal pengangkut gas alam cair (LNG) milik mereka.

Sebelumnya, pelaku pasar sempat optimis harga minyak akan melemah seiring kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran bulan lalu.

Namun, kini negara-negara konsumen energi terpaksa mengandalkan cadangan minyak mereka untuk mengantisipasi kekurangan pasokan akibat konflik yang kembali memanas.

Rekomendasi