Jakarta – Partai Gerindra menyambut terbuka ambisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menargetkan Jawa Tengah sebagai basis suara utama untuk Pemilihan Umum 2029.
Langkah PSI tersebut dinilai sebagai stimulus positif bagi iklim demokrasi di tanah air.
Sekretaris Dewan Pembina Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa persaingan antarpartai dalam memperebutkan dukungan masyarakat adalah fenomena yang wajar dan menyehatkan.
Menurutnya, kehadiran berbagai kekuatan politik di suatu daerah akan memicu kompetisi yang mampu membawa dampak konstruktif bagi kemajuan wilayah tersebut.
“Makin banyak partai politik yang ingin menjadikan suatu daerah sebagai basis perjuangannya saya kira semakin bagus. Kompetisi di daerah dalam hal aspirasi dan kekuatan politik untuk memajukan daerah saya kira baik-baik saja,” kata Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/7) dikutip dari pernyataan resmi di DPR.
Target ambisius PSI ini secara tidak langsung menantang dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang selama ini memegang kendali kuat di Jawa Tengah.
Namun, respons berbeda datang dari kalangan internal PDIP terkait dinamika politik yang mulai memanas jauh sebelum tahapan pemilu dimulai.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Wuryanto, memberikan catatan kritis terhadap langkah partai-partai yang mulai tancap gas.
Bambang menegaskan bahwa peta persaingan menuju Pemilu 2029 belum sepenuhnya terbaca karena regulasi dasar masih dalam proses pembahasan di parlemen.
“Sebagian besar partai politik menahan strategi politik karena Revisi Undang-Undang Pemilu belum ditetapkan. Secara khusus, Revisi Undang-Undang Pemilu Legislatif belum ditetapkan,” ujar Bambang di Gedung DPR, Selasa (7/7) dikutip dari keterangan pers di Kompleks Parlemen.
Ia menjelaskan bahwa konsolidasi suara di akar rumput sangat bergantung pada kepastian aturan main bagi para calon legislatif.
Banyak politisi yang saat ini duduk di kursi dewan disebut masih wait and see sebelum mengeluarkan sumber daya untuk pertempuran politik mendatang.
“Sebagian anggota dewan menahan dananya masing-masing untuk pertempuran ke depan,” imbuh Bambang.
Di sisi lain, PSI terus mematangkan mesin partai dengan memanfaatkan kehadiran figur publik untuk memperkuat struktur organisasi.
Juru Bicara PSI, Faldo Maldini, mengungkapkan bahwa partainya akan mendampingi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam berbagai kunjungan ke daerah.
Langkah ini merupakan bagian dari konsolidasi untuk memastikan mesin politik partai berjalan solid hingga ke tingkat basis.
“Dan kegiatan ini adalah murni kerja organisasi untuk mengkonsolidasikan kekuatan di daerah untuk mengawal agenda keberlanjutan nasional,” kata Faldo, Jumat (29/5) dikutip dari dokumen pernyataan organisasi.
Meski sering terlihat bersama dalam agenda konsolidasi, Joko Widodo hingga kini belum memberikan sinyal afiliasi resmi terhadap PSI.
Mantan Presiden tersebut saat ini berstatus non-partai setelah tidak lagi menjadi kader PDIP sejak akhir tahun 2024.























