IHSG Rebound ke 5.912, Cermati Saham dengan Net Buy Asing Tertinggi

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari tekanan pasar dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,66 persen pada penutupan perdagangan, Kamis (9/7/2026).

Indeks ditutup di level 5.912,44 setelah sebelumnya sempat mengalami koreksi pada sesi perdagangan hari sebelumnya.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan indeks hari ini bergerak cukup dinamis.

IHSG sempat menyentuh level terendah di angka 5.839 sebelum akhirnya mampu berbalik arah menuju zona hijau.

Pencapaian level tertinggi hari ini berada di angka 5.912.

Aktivitas perdagangan domestik terpantau cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 27,11 miliar saham.

Nilai transaksi harian di pasar modal Indonesia tercatat menembus angka Rp 12 triliun.

Sentimen positif terlihat dari dominasi saham-saham yang mengalami kenaikan harga.

Terdapat 327 saham yang ditutup menguat di akhir sesi perdagangan.

Sementara itu, sebanyak 275 saham tercatat mengalami pelemahan.

Terdapat pula 190 saham yang stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Meski indeks secara umum menguat, investor asing justru masih menunjukkan aksi ambil untung atau tekanan jual.

Investor asing membukukan net sell atau nilai jual bersih sebesar Rp 259,36 miliar di seluruh pasar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kenaikan IHSG hari ini lebih banyak didorong oleh akumulasi investor domestik.

Walaupun demikian, aliran modal asing masih masuk ke beberapa saham pilihan di tengah aksi jual masif tersebut.

Berikut adalah daftar 10 saham yang mencatatkan net buy terbesar dari investor asing pada perdagangan Kamis (9/7/2026).

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memimpin daftar dengan nilai net buy sebesar Rp 357,3 miliar.

Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai beli bersih asing Rp 87,46 miliar.

Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan catatan Rp 47,11 miliar.

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat nilai net buy sebesar Rp 40,46 miliar.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyerap modal asing sebesar Rp 36,34 miliar.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan angka Rp 27,73 miliar.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berada di urutan berikutnya dengan nilai Rp 19,27 miliar.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mendapatkan aliran beli bersih asing sebesar Rp 13,49 miliar.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat nilai Rp 13,12 miliar.

Terakhir, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melengkapi daftar dengan nilai net buy Rp 12,29 miliar.

Data ini merujuk pada laporan resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, Kamis (9/7/2026).

Kondisi pasar saat ini mencerminkan volatilitas yang masih tinggi di tengah sentimen ekonomi global dan domestik.

Para pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati pergerakan saham-saham big caps yang menjadi sasaran akumulasi asing.

Stabilitas IHSG di atas level 5.900 menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan tren jangka pendek.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar