DSSA Akuisisi BMT Senilai Rp4 Triliun Demi Perkuat Dividen EXCL

Kholida Rahman

Jakarta – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) resmi memperkuat portofolio investasinya melalui akuisisi PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) dengan nilai mencapai Rp 4 triliun.

Langkah strategis ini dilakukan untuk membidik potensi keuntungan jangka panjang dari kepemilikan saham BMT di PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).

Manajemen DSSA memproyeksikan bahwa entitas hasil merger antara XL Axiata dan Smartfren tersebut bakal menjadi kekuatan baru di industri telekomunikasi nasional.

“Terbentuknya XLSMART melalui penggabungan usaha antara XL Axiata dan Smartfren akan menghasilkan entitas telekomunikasi dengan skala usaha lebih besar, fundamental bisnis lebih kuat, serta daya saing lebih tinggi,” ujar manajemen perusahaan dalam keterbukaan informasi, Jumat (10/7/2026).

Optimisme DSSA didorong oleh keyakinan bahwa penguatan posisi kompetitif XLSMART akan berdampak positif terhadap pertumbuhan nilai investasi perusahaan.

Selain itu, manajemen menargetkan adanya peningkatan penerimaan dividen yang berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang.

Secara teknis, transaksi ini dijalankan melalui dua anak usaha DSSA.

PT DSST Mas Gemilang tercatat membeli 11,19 miliar saham BMT.

Sementara itu, PT Sinarmas Sukses Sejahtera mengambil alih satu saham BMT dari pemegang saham sebelumnya.

Seluruh pendanaan untuk akuisisi jumbo ini dipastikan berasal dari kas internal perusahaan.

Manajemen menegaskan bahwa aksi korporasi tersebut tidak melibatkan pinjaman perbankan maupun skema penggalangan dana dari pasar modal.

Setelah transaksi ini efektif, BMT akan resmi menjadi entitas anak yang dikendalikan oleh DSSA.

Status tersebut membuat seluruh laporan keuangan BMT nantinya akan dikonsolidasikan ke dalam pembukuan DSSA.

Namun, manajemen mencatat bahwa utang konversi milik BMT belum diselesaikan pada saat proses transaksi berlangsung.

Terkait aspek legalitas, perusahaan memastikan bahwa akuisisi ini tidak memerlukan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Meski dikategorikan sebagai transaksi afiliasi, nilai akuisisi ini tidak memenuhi ambang batas transaksi material menurut regulasi yang berlaku.

“Nilai transaksi tidak melebihi 20% dari ekuitas berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025. Karena itu, transaksi tidak wajib memperoleh persetujuan pemegang saham melalui RUPS,” jelas manajemen DSSA.

Keputusan untuk melakukan investasi ini menunjukkan langkah proaktif DSSA dalam menangkap peluang di sektor telekomunikasi yang tengah mengalami konsolidasi besar.

Dengan masuknya BMT ke dalam ekosistem bisnis mereka, DSSA berharap dapat mengoptimalkan nilai aset yang dimiliki sekaligus memperkuat posisi keuangan perusahaan di masa depan.

Investasi ini menjadi salah satu langkah ekspansi signifikan DSSA di tahun 2026 dalam memperluas cakupan bisnis di luar sektor energi dan infrastruktur yang selama ini menjadi lini utama mereka.

Pasar kini menantikan bagaimana dampak dari konsolidasi XLSMART terhadap kinerja emiten telekomunikasi tersebut dalam beberapa kuartal ke depan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar