BTN Genjot Efisiensi Operasional demi Kerek Laba Bersih

BTN revisi target pertumbuhan kredit 2026 menjadi 8-10 persen akibat likuiditas ketat, catat laba bersih Rp2,4 triliun, fokus efisiensi dan digitalisasi serta prioritas kredit program pemerintah.

persen

btn-bukukan-laba-naik-40,8-persen-jadi-rp2,4-t-per-juni-2026
BTN Bukukan Laba Naik 40,8 Persen Jadi Rp2,4 T per Juni 2026

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memutuskan untuk merevisi target pertumbuhan kredit tahun 2026 menjadi 8-10 persen.

Langkah ini diambil manajemen akibat kondisi likuiditas di industri perbankan yang semakin ketat.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyebutkan bahwa kelangkaan dana menjadi tantangan utama perbankan saat ini.

“Memang sampai akhir tahun mungkin kita akan sedikit menurunkan pertumbuhan kredit ke kisaran 8-10 persen karena memang duitnya langka,” ujar Nixon dalam paparan kinerja perseroan, Kamis (16/7).

Nixon menjelaskan, pengetatan likuiditas dipicu oleh tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia serta penyerapan dana melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Di tengah tantangan tersebut, BTN tetap mencatatkan kinerja positif pada semester I 2026 dengan laba bersih mencapai Rp2,4 triliun.

Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 40,8 persen secara tahunan.

Nixon menegaskan bahwa lonjakan laba ini bukan berasal dari kenaikan bunga kredit, melainkan hasil dari efisiensi operasional dan digitalisasi.

“Kalau ditanya kenapa labanya naik, bunganya naik ya? Enggak, cost of fund-nya yang turun,” ungkapnya.

Selain efisiensi, perseroan juga berhasil memperbaiki kualitas aset melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses persetujuan KPR.

Rasio kredit bermasalah atau NPL gross tercatat membaik ke level 2,99 persen.

Hingga akhir Juni 2026, total aset BTN tumbuh 12,4 persen menjadi Rp545 triliun, sementara kredit konsolidasi naik 11,2 persen menjadi Rp418,11 triliun.

Ke depan, BTN akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit korporasi dengan imbal hasil rendah demi menjaga stabilitas likuiditas.

Perseroan tetap berkomitmen memprioritaskan penyaluran kredit pada program pemerintah seperti FLPP dan KUR Perumahan.

Rekomendasi