Jakarta – Fitch Ratings mempertahankan peringkat nasional jangka panjang PT DCI Indonesia Tbk (DCII) di level AA-(idn) dengan prospek stabil pada Jumat (17/7/2026).
Keputusan ini diambil meski emiten pusat data tersebut mencatatkan konsentrasi kepemilikan saham yang sangat tinggi di Bursa Efek Indonesia.
Data menunjukkan tingkat konsentrasi saham perusahaan afiliasi Grup Salim dan Otto Toto Sugiri itu mencapai 99,96 persen.
Fitch Ratings menilai posisi DCI sebagai pemimpin pasar pusat data di Indonesia menjadi fondasi utama peringkat tersebut.
Kualitas aset serta rekam jejak operasional yang solid dianggap mampu menopang profil kredit perusahaan di masa depan.
“Peringkat Nasional ‘AA’ menunjukkan ekspektasi tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan dengan emiten atau obligasi lain di negara atau serikat moneter yang sama,” ujar lembaga tersebut dalam pernyataan resminya.
Lembaga pemeringkat ini memproyeksikan DCI akan melakukan akselerasi ekspansi besar-besaran dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Kapasitas pusat data perusahaan diperkirakan melonjak drastis dari 128 megawatt pada 2025 menjadi lebih dari 850 megawatt pada masa mendatang.
Sebanyak 360 megawatt akan berasal dari aset milik sendiri, sementara sisanya dikembangkan melalui kemitraan strategis.
Fitch menyatakan risiko dari ekspansi tersebut relatif terkendali karena sebagian besar kapasitas baru telah memiliki kontrak dengan pelanggan.
Pertumbuhan pendapatan perseroan diprediksi akan terus berlanjut seiring meningkatnya permintaan dari penyedia layanan komputasi awan berskala besar atau hyperscale.
Kontribusi pendapatan dari pelanggan hyperscale diperkirakan naik menjadi 70 persen hingga 90 persen dalam jangka menengah.
Meski demikian, Fitch memperingatkan adanya potensi kenaikan leverage atau rasio utang dalam beberapa tahun ke depan.
Rasio utang bersih terhadap EBITDA diproyeksikan akan naik ke kisaran 5,5 hingga 6 kali pada 2026.
Angka tersebut diprediksi akan kembali melandai ke level 4 kali pada 2027 setelah fasilitas baru mulai beroperasi secara optimal.
Manajemen DCI saat ini telah mengamankan pendanaan melalui fasilitas kredit investasi sebesar Rp17 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Fitch mencatat arus kas operasional perusahaan yang diproyeksikan mencapai Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun pada 2026 akan cukup untuk menunjang kebutuhan likuiditas.
Peringkat perusahaan dapat tertekan apabila rasio utang bersih terhadap EBITDA bertahan di atas 5,5 kali dalam jangka panjang.
Sebaliknya, peluang kenaikan peringkat terbuka jika DCI mampu menjaga rasio utang di bawah 4,5 kali sembari meningkatkan kapasitas secara signifikan.
Hingga saat ini, DCI melayani lebih dari 250 pelanggan dari berbagai sektor, termasuk perbankan, media sosial, dan e-commerce.
Seluruh fasilitas pusat data milik perusahaan juga telah mengantongi sertifikasi internasional Tier IV Gold Operation Sustainability.






















