Emiten Bursa Efek Indonesia
Laba Aneka Tambang Melonjak 34% Jadi Rp 6,91 Triliun
Agu. 30, 2026
Agu. 31, 2026
Lonjakan harga gandum global yang mencapai US$ 766 per bushel mengancam margin laba emiten barang konsumsi di Indonesia, terutama produsen mi instan dan makanan olahan. Analis memprediksi tekanan biaya ini akan terasa signifikan pada akhir tahun hingga awal 2027.
Agu. 30, 2026
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kinerja impresif pada semester I-2026 dengan kenaikan laba bersih sebesar 34% menjadi Rp 6,91 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh penguatan operasional di seluruh lini bisnis serta strategi efisiensi yang menjaga fundamental keuangan perusahaan tetap kokoh.
Agu. 4, 2026
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk mencatatkan laba bersih Rp10,08 miliar pada semester pertama 2026, namun 88,79 persen di antaranya mengalir kepada kepentingan nonpengendali. Kondisi ini dipicu oleh struktur kepemilikan saham di sejumlah anak usaha yang belum mencapai kepemilikan penuh.
Agu. 1, 2026
PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 16,8% menjadi Rp1,62 triliun pada semester I-2026. Pertumbuhan ini didorong oleh efisiensi biaya yang masif serta penguatan lini bisnis manufaktur, yang berhasil menekan rugi usaha hingga hampir mencapai titik impas.
Jul. 29, 2026
PT Chandra Daya Investasi Tbk mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 22,8% menjadi US$ 82,1 juta pada semester I-2026 yang didorong oleh sektor logistik. Meski pendapatan meningkat, laba bersih perusahaan justru terkoreksi 74% akibat kenaikan beban pokok pendapatan yang signifikan.
Jul. 17, 2026
(idn) untuk PT DCI Indonesia Tbk dengan prospek stabil, meski menyoroti konsentrasi kepemilikan saham yang mencapai 99,96 persen. Perusahaan diproyeksikan akan melakukan ekspansi kapasitas pusat data besar-besaran hingga mencapai 850 megawatt ke depan.
Ajaib Group resmi menunda rencana IPO setelah meraih pendanaan sebesar Rp 4,8 triliun dari SBI Holdings. Dana tersebut akan difokuskan untuk pengembangan produk, peningkatan kualitas SDM, serta memperluas peran perusahaan sebagai penjamin emisi efek di pasar modal Indonesia.

Peta kapitalisasi pasar di BEI mengalami pergeseran signifikan sepanjang 2026, ditandai dengan merosotnya nilai market cap BREN dan DSSA akibat kebijakan rebalancing indeks global. BBCA kini kembali memimpin klasemen, sementara BYAN dan MORA berhasil mencatatkan kenaikan peringkat yang cukup impr...

Prospek PT Darma Henwa Tbk (DEWA) hingga akhir 2026 dinilai masih cukup positif. Ekspansi bisnis jasa pertambangan dan mulai beroperasinya kontrak baru dengan PT Sebuku Sejaka Coal (SSC) menjadi katalis utama yang berpotensi mendorong kinerja. Untuk diketahui, DEWA telah menganggarkan belanja mod (capex) Rp 2,4 triliun tahun ini. Hingga semester I 2026, capex sudah direalisasikan Rp 1,6 triliun. Manajemen mengatakan capex...

Satgas PASTI resmi menghentikan kegiatan operasional YWWSDC dan RTHAE karena menawarkan investasi kripto tanpa izin OJK. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memverifikasi legalitas perusahaan sebelum melakukan investasi guna menghindari kerugian finansial.





