Bandung – Bank Muamalat Indonesia kini tancap gas memperkuat penetrasi di sektor ritel dan usaha kecil menengah (UKM) guna menjaga resiliensi bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Strategi ini menjadi fokus utama dalam rangkaian Synergy Roadshow 2026 yang digelar bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Bandung, Jumat (17/7/2026).
Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, menegaskan bahwa pihaknya terus memacu pertumbuhan pembiayaan pada segmen yang lebih tahan banting.
“SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional,” ujar Imam.
Data menunjukkan langkah tersebut membuahkan hasil signifikan, di mana pembiayaan SME mencapai Rp3,1 triliun atau tumbuh 33 persen hingga Maret 2026.
Produk consumer seperti Solusi Emas Hijrah juga mencatatkan lonjakan pembiayaan hingga 11 kali lipat dengan nilai Rp1,7 triliun.
Selain fokus pada kinerja bisnis, roadshow ini juga menjadi ajang penguatan kolaborasi strategis antara Bank Muamalat dan BPKH dalam ekosistem haji dan umrah.
Imam menjelaskan bahwa sinergi ini bertujuan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan melalui digitalisasi layanan.
“Kami ingin setiap layanan, produk, dan nilai tambah yang dapat kami berikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah,” ungkapnya.
Salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut adalah peluncuran Kartu Haji Indonesia untuk meminimalisir penggunaan uang tunai bagi jemaah.
Kemudahan akses pendaftaran haji kini juga semakin luas melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN hingga jaringan PT Pos Indonesia.
BPKH bahkan telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodian.
Bandung menjadi kota ketiga dalam rangkaian roadshow ini setelah Jakarta dan Surabaya, yang nantinya akan berlanjut ke Yogyakarta, Makassar, dan Medan.



















