Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa impresif dengan melanjutkan tren penguatan selama tujuh hari berturut-turut hingga penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ditutup di level 6.175,53.
Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 1,10 persen atau bertambah 67,32 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.
Secara akumulatif, IHSG telah mencatatkan reli kenaikan sebesar 4,24 persen sepanjang pekan ini.
Pergerakan indeks pada hari ini menunjukkan optimisme pelaku pasar yang cukup tinggi.
Sempat dibuka di zona merah, IHSG mampu membalikkan keadaan dan bergerak konsisten di zona hijau sepanjang sesi perdagangan.
Level terendah yang sempat disentuh indeks berada pada angka 6.079.
Sementara itu, level tertinggi yang berhasil dicapai IHSG pada penutupan sesi Jumat mencapai posisi 6.192.
Aktivitas perdagangan di lantai bursa terlihat sangat ramai dengan total volume mencapai 29,17 miliar saham.
Nilai transaksi harian yang tercatat di pasar modal mencapai angka signifikan, yakni sebesar Rp 16,34 triliun.
Dilihat dari statistik pergerakan harga, sebanyak 349 saham ditutup menguat.
Sebaliknya, terdapat 261 saham yang mengalami pelemahan nilai.
Sisa 187 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Faktor utama yang menopang penguatan IHSG kali ini adalah derasnya aliran dana masuk dari investor asing.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan adanya aksi beli bersih atau net buy asing sebesar Rp 638,57 miliar di seluruh pasar pada hari ini.
Kendati demikian, jika ditarik dalam rentang waktu satu pekan, investor asing masih mencatatkan posisi net sell sebesar Rp 617,72 miliar secara keseluruhan.
Dominasi aksi beli asing pada hari ini terpusat pada saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan net foreign buy terbesar, yakni mencapai Rp 691,86 miliar.
Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai beli asing sebesar Rp 375,37 miliar.
Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan net buy sebesar Rp 267,69 miliar.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyusul di urutan keempat dengan nilai Rp 76,34 miliar.
Peringkat kelima diisi oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan angka Rp 29,14 miliar.
Daftar sepuluh saham dengan pembelian asing terbesar turut mencakup PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 16,29 miliar.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyusul dengan nilai Rp 11,82 miliar.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan net buy asing senilai Rp 10,94 miliar.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berhasil mencatatkan angka Rp 8,75 miliar.
Terakhir, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melengkapi daftar dengan nilai pembelian asing sebesar Rp 7,78 miliar.





















