Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Usai, Cek Saham Telekomunikasi

Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Usai, Cek Saham Telekomunikasi

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi merampungkan proses lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz pada Kamis (23/7/2026).

Langkah strategis pemerintah ini memberikan tambahan spektrum bagi tiga operator telekomunikasi besar di Indonesia, yakni PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), serta PT Indosat Tbk (ISAT).

Pada seleksi pita 700 MHz, EXCL berhasil mengamankan alokasi spektrum terbesar mencapai 30 MHz dengan nilai penawaran Rp 1,06 triliun.

Sementara itu, Telkomsel dan Indosat masing-masing mendapatkan alokasi sebesar 20 MHz dengan nilai penawaran masing-masing Rp 642,5 miliar dan Rp 507,48 miliar.

Untuk pita frekuensi 2,6 GHz, Telkomsel memimpin perolehan dengan alokasi 80 MHz senilai Rp 545,84 miliar.

Indosat menyusul dengan alokasi 60 MHz seharga Rp 372 miliar, dan EXCL sebesar 50 MHz dengan nilai Rp 231,6 miliar.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menyatakan bahwa alokasi ini merupakan investasi krusial bagi perusahaan.

“Sebagai perusahaan hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren, alokasi spektrum baru ini akan mempercepat optimalisasi integrasi jaringan XLSMART,” ujarnya dikutip dari laman resmi perusahaan, Rabu (22/7/2026).

Rajeev menambahkan bahwa langkah ini bertujuan untuk mendukung pemerataan konektivitas nasional serta mendorong ekonomi digital yang lebih inklusif.

Senada dengan hal tersebut, VP Technology Strategy & Consumer Product Development Telkomsel, Ronald Limoa, menekankan pentingnya keseimbangan antara jangkauan dan kapasitas.

“Kombinasi pita frekuensi rendah (low-band) 700 MHz dan pita frekuensi menengah (mid-band) 2,6 GHz akan memperkuat keseimbangan antara jangkauan dan kapasitas jaringan,” katanya, Kamis (23/7/2026).

Para pemenang lelang kini diwajibkan untuk memperluas layanan 4G ke 538 desa serta mengejar target akselerasi jaringan 5G di tanah air.

Analis pasar modal menanggapi positif hasil lelang ini sebagai katalis pertumbuhan jangka panjang bagi emiten telekomunikasi.

Equity Research Analyst MNC Sekuritas, Christian Sitorus, menyebut bahwa penambahan spektrum akan meningkatkan kualitas jaringan dan kapasitas trafik data secara signifikan.

“Operator harus melakukan investasi pada jaringan sehingga manfaatnya baru terlihat satu sampai dua tahun ke depan, tergantung dari monetisasi jaringan tersebut,” jelas Christian, Kamis (23/7/2026).

Menurut Christian, Telkomsel memiliki potensi keuntungan lebih besar berkat basis pelanggan yang luas dan kemampuan belanja modal yang mumpuni.

Di sisi lain, Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, menilai ketiga operator akan meningkatkan belanja modal secara selektif untuk mendukung adopsi 5G.

“Frekuensi baru meningkatkan kualitas jaringan, kapasitas data, dan mendukung percepatan adopsi 5G sehingga ketiga operator berpotensi meningkatkan belanja modal secara selektif,” ucap Sukarno, Kamis (23/7/2026).

Saat ini, firma riset sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk ketiga emiten tersebut dengan target harga yang bervariasi sesuai dengan proyeksi kinerja masing-masing perusahaan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar