Pasar IPO Lesu, Kiwoom Sekuritas Fokus Garap Obligasi dan Advisory

Rayhan Akhari

Pasar IPO Lesu, Kiwoom Sekuritas Fokus Garap Obligasi dan Advisory

Jakarta – Pasar modal Indonesia mencatatkan perlambatan signifikan dalam aktivitas penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) sepanjang tahun 2026.

Kondisi tersebut memaksa perusahaan sekuritas untuk memutar strategi demi menjaga stabilitas pendapatan di tengah lesunya transaksi ekuitas.

Sektor penerbitan surat utang dan sukuk korporasi kini menjadi tumpuan utama bagi industri penjaminan emisi di tanah air.

Ketahanan instrumen surat utang dinilai mampu menopang aktivitas bisnis sekuritas di tengah minimnya emiten baru yang melantai di bursa.

Head of Investment Banking Kiwoom Sekuritas, Piet Pasaribu, menyatakan bahwa penurunan volume bisnis penjaminan emisi ekuitas lebih disebabkan oleh pergeseran komposisi pasar.

“Namun kami melihat ini sebagai bagian dari siklus pasar yang wajar, bukan sinyal negatif terhadap prospek industri jasa keuangan secara keseluruhan,” ujarnya dikutip dari pernyataan resmi pada Rabu (9/9/2026).

Piet menambahkan bahwa tekanan pada pendapatan underwriting saham tidak berdampak linier terhadap total pendapatan perusahaan sekuritas.

Hal ini dikarenakan diversifikasi pendapatan yang dilakukan perusahaan melalui instrumen obligasi dan sukuk mampu menutup celah kerugian dari sektor saham.

“Jadi dampaknya terhadap pendapatan perusahaan secara keseluruhan tidak selinear dengan penurunan jumlah aksi korporasi di sisi saham,” ungkapnya.

Strategi diversifikasi kini difokuskan pada penguatan lini jasa penasihat atau advisory bagi korporasi.

Layanan tersebut mencakup pendampingan merger dan akuisisi, restrukturisasi perusahaan, hingga penasihat keuangan untuk aksi korporasi non-penawaran umum.

Permintaan terhadap jasa advisory justru memperlihatkan tren peningkatan di tengah pasar yang menantang.

Perusahaan cenderung membutuhkan pendampingan strategis yang lebih intensif sebelum mengambil keputusan besar dalam kondisi ekonomi yang selektif.

Layanan advisory ini juga mencakup pendampingan untuk aksi korporasi lainnya seperti rights issue, private placement, hingga divestasi aset strategis.

Memasuki paruh kedua tahun 2026, prospek bisnis penjaminan emisi diprediksi akan bergerak lebih positif dibandingkan semester pertama.

Piet mengamati adanya geliat aksi korporasi yang mulai membaik dalam beberapa bulan terakhir.

Indikator tersebut terlihat dari munculnya sejumlah emiten baru yang berhasil masuk bursa serta pipeline transaksi yang kembali terisi.

Minat perusahaan untuk mencari pendanaan melalui pasar modal dinilai tidak surut, melainkan hanya menunggu momentum yang tepat.

Kiwoom Sekuritas sendiri saat ini masih dalam proses perampungan izin investment banking dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perusahaan menargetkan izin tersebut dapat dikantongi secara penuh pada akhir tahun 2026.

Selama masa penantian, perusahaan terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengembangan tim dan peningkatan kapabilitas riset.

Langkah ini dilakukan guna menjajaki calon klien potensial agar siap beroperasi penuh saat mandat resmi diberikan.

Kehati-hatian dalam menyeleksi calon emiten tetap menjadi prioritas perusahaan di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar