IHSG Kembali Melemah, Investor Asing Tarik Modal Rp3,4 Triliun

IHSG Kembali Melemah, Investor Asing Tarik Modal Rp3,4 Triliun

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan sepanjang periode perdagangan 20 hingga 24 Juli 2026.

Data yang dihimpun dari IDX Mobile pada Minggu (26/7/2026) menunjukkan indeks terkoreksi sebesar 0,57 persen selama sepekan.

Pergerakan indeks berada pada rentang fluktuasi antara 6.159 hingga 6.454.

Aktivitas pasar tercatat cukup padat dengan total volume perdagangan mencapai 218,4 miliar lembar saham.

Nilai transaksi yang dibukukan selama lima hari perdagangan berada di angka Rp98,78 triliun.

Sementara itu, frekuensi perdagangan mencapai 13,34 juta kali transaksi.

Kendati indeks harga mengalami pelemahan, kapitalisasi pasar bursa justru menunjukkan performa positif.

Angka kapitalisasi pasar tercatat ditutup pada Rp10,87 triliun, meningkat 1,12 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di posisi Rp10,75 triliun.

Dinamika pasar didominasi oleh investor lokal yang mengambil porsi 69 persen dari total nilai transaksi.

Sebaliknya, keterlibatan investor asing hanya mencakup 31 persen dari keseluruhan nilai transaksi di bursa.

Investor lokal mencatatkan aksi beli sebesar Rp69,63 triliun dan aksi jual senilai Rp66,25 triliun.

Di sisi lain, investor asing lebih memilih untuk melepas kepemilikan saham mereka.

Tercatat investor asing melakukan aksi jual sebesar Rp32,53 triliun, sementara aksi beli hanya mencapai Rp29,15 triliun.

Kondisi tersebut menyebabkan investor asing membukukan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp3,4 triliun.

Capaian ini menjadi pembalikan tren yang cukup drastis dibandingkan pekan sebelumnya.

Pada periode lalu, investor asing masih mencatatkan nilai beli bersih atau net buy sebesar Rp442,05 miliar.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah emiten justru mampu mencatatkan lonjakan harga yang signifikan.

Laporan bursa mencatat 10 saham masuk dalam kategori top gainers dengan kenaikan di atas 26 persen.

PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) memimpin daftar dengan penguatan 89,66 persen menjadi Rp1.375.

Di urutan kedua, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) naik 89,55 persen ke level Rp127.

Selanjutnya, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menguat 51,97 persen ke posisi Rp1.780.

PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menyusul dengan kenaikan 45,71 persen ke Rp14.425.

PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) mencatat kenaikan 40 persen menjadi Rp70.

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) menguat 38,96 persen ke Rp214, diikuti PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) sebesar 36,25 persen ke Rp4.510.

Daftar sepuluh besar ditutup oleh PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) naik 33,63 persen ke Rp302, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) naik 28,79 persen ke Rp340, dan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) naik 26 persen ke Rp63.

Sebaliknya, sepuluh saham lain mengalami tekanan tajam dengan pelemahan di atas 12 persen.

PT MD Entertainment Tbk (FILM) memimpin daftar top losers dengan koreksi 29,57 persen ke Rp1.060.

PT Niramas Utama Tbk (JELI) turun 27,93 persen ke Rp645, dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) melemah 25,91 persen ke Rp286.

PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) terkoreksi 24,79 persen ke Rp440, disusul PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) turun 18,06 persen ke Rp177.

Saham lainnya yang tertekan meliputi PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), PT City Retail Developments Tbk (NIRO), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), dan PT Lion Metal Works Tbk (LION).IHSG Kembali Melemah, Investor Asing Tarik Modal Rp3,4 Triliun

Rekomendasi

Tinggalkan komentar