Jakarta – Pasar modal Indonesia memasuki bulan Agustus 2026 dengan optimisme yang cukup tinggi di tengah pola historis yang cenderung menguntungkan bagi investor.
Berdasarkan data Bloomberg Terminal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara konsisten mencatatkan kinerja positif dalam 11 tahun terakhir.
Secara rata-rata, IHSG mampu membukukan kenaikan sebesar 1,36% sepanjang bulan kedelapan setiap tahunnya.
Indeks Kompas100 yang merepresentasikan saham-saham berkapitalisasi besar juga menunjukkan tren serupa dengan rata-rata kenaikan 1,27% dalam periode yang sama.
Customer Engagement & Market Analyst Department Head BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Chory Agung Ramdhani, menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka lebar pada Agustus 2026.
Menurut dia, probabilitas kenaikan pasar saham domestik pada bulan ini mencapai sekitar 90% dengan rata-rata imbal hasil sebesar 2,1%.
Optimisme tersebut didukung oleh rilis laporan keuangan emiten periode semester I-2026 yang secara keseluruhan menunjukkan performa solid.
Kondisi fundamental yang kuat ini berpotensi memicu revisi naik terhadap proyeksi laba emiten atau earnings upgrade di pasar.
Selain faktor musiman, pasar juga tengah mencermati agenda peninjauan ulang atau rebalancing indeks Kompas100.
Langkah ini diperkirakan akan meningkatkan aktivitas transaksi karena adanya penyesuaian portofolio oleh manajer investasi dan pelaku pasar.
“Kami melihat ruang pemulihan Kompas100 masih terbuka, meskipun volatilitas tetap perlu diwaspadai karena risiko geopolitik dan dinamika global masih cukup tinggi,” ujar Chory dikutip dari pernyataan resminya, Minggu (2/8/2026).
Chory menambahkan, arah pergerakan pasar ke depan akan sangat bergantung pada kebijakan suku bunga global serta stabilitas ekonomi domestik.
Saat ini, terdapat empat katalis utama yang diyakini mampu menopang pemulihan pasar saham.
Katalis tersebut meliputi kinerja solid sektor perbankan, konsumer, energi, dan komoditas pada semester I-2026.
Selain itu, potensi rotasi dana investor ke saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki valuasi menarik menjadi penopang lainnya.
Faktor pendukung tambahan datang dari ekspektasi kebijakan moneter global yang lebih stabil serta data ekonomi domestik yang melampaui perkiraan.
Secara teknikal, IHSG dinilai memiliki peluang melanjutkan tren penguatan selama mampu bertahan di atas area moving average 20 hari (MA20).
Indeks juga perlu menembus area resistance di kisaran 6.310 hingga 6.400 untuk mengonfirmasi penguatan yang lebih stabil.
Menanggapi kondisi pasar tersebut, BRIDS memberikan sejumlah rekomendasi saham bagi investor untuk strategi jangka pendek.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomendasikan sebagai pilihan utama karena profil fundamental yang defensif dan profitabilitas tinggi.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga masuk dalam daftar rekomendasi dengan strategi beli di rentang Rp 1.730–Rp 1.750.
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turut disarankan dengan strategi buy on break di atas level Rp 1.870.
Terakhir, PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi pilihan menarik berkat dukungan kontrak baru dan prospek teknikal yang tetap terjaga.



















