Asing Borong Saham Rp 5,99 Triliun Sepekan, Cek Daftar Incarannya

Rayhan Akhari

Asing Borong Saham Rp 5,99 Triliun Sepekan, Cek Daftar Incarannya

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif pada penutupan perdagangan akhir Juli 2026.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks acuan pasar modal domestik ini menguat sebesar 0,64 persen ke posisi 6.236,12.

Kenaikan tersebut mencerminkan tren akumulasi yang terjadi sepanjang pekan terakhir bulan Juli 2026.

Optimisme investor asing menjadi motor utama di balik penguatan indeks domestik tersebut.

Berdasarkan data RTI Business, investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy jumbo senilai Rp 5,99 triliun dalam kurun waktu satu pekan.

Masifnya aliran modal masuk ini terjadi di tengah kondisi ekonomi makro yang cukup menantang.

Situasi geopolitik global yang masih memanas menjadi salah satu faktor ketidakpastian bagi pasar keuangan dunia.

Selain itu, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sedang melemah turut membayangi pergerakan pasar.

Namun, arus modal asing tetap mengalir deras ke sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big cap.

Sektor perbankan menjadi primadona bagi para pelaku pasar asing selama periode tersebut.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tercatat sebagai sasaran utama akumulasi investor asing.

Selain kedua emiten perbankan tersebut, terdapat beberapa saham lain yang mencatatkan nilai beli bersih cukup signifikan.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan nilai net buy asing tertinggi dengan angka mencapai Rp 9,33 triliun.

Posisi selanjutnya diisi oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai Rp 651,03 miliar.

Kemudian, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencatatkan net buy sebesar Rp 273,59 miliar.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga masuk dalam daftar dengan akumulasi sebesar Rp 89,55 miliar.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyusul dengan nilai pembelian bersih asing senilai Rp 78,29 miliar.

Di sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan net buy sebesar Rp 65,79 miliar.

Sektor pertambangan dan bahan baku turut menjadi sasaran, dengan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan Rp 62,62 miliar.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan nilai beli bersih asing sebesar Rp 43,06 miliar.

Selanjutnya, PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan angka Rp 28,22 miliar.

Terakhir, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melengkapi daftar sepuluh besar dengan nilai Rp 20,25 miliar.

Aksi borong saham oleh investor asing ini memberikan dorongan likuiditas yang cukup kuat bagi IHSG.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih dianggap memiliki daya tarik tersendiri bagi investor global.

Stabilitas indeks di level 6.236,12 menjadi indikator bahwa pelaku pasar merespons positif kinerja emiten di tengah tekanan eksternal.

Para analis pasar modal memantau ketat keberlanjutan arus dana masuk ini untuk perdagangan di bulan Agustus 2026.

Perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global diprediksi masih akan memengaruhi minat investor asing ke depannya.

Hingga Senin (3/8/2026), pelaku pasar masih menanti sentimen lanjutan yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar